Polisi Ungkap 448 Kejadian-1.076 Korban Bencana di Sumut Sejak 24 November

Duka dari Utara Sumatera

Polisi Ungkap 448 Kejadian-1.076 Korban Bencana di Sumut Sejak 24 November

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 16:54 WIB
Penanganan bencana di Sumatera Utara (Sumut).
Penanganan bencana di Sumatera Utara (Sumut) (Dok.Humas Polri).
Jakarta -

Polri menyampaikan perkembangan terbaru bencana alam di wilayah Sumatera Utara (Sumut) sejak 24 November. Polisi mencatat ada 448 kejadian dan 1.076 korban terdampak di Sumut.

Hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00 WIB, Polda Sumut mencatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.

Bencana ini menimbulkan dampak signifikan. Tercatat 1.076 korban, terdiri dari: 147 meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 masih dalam pencarian. Sampai saat ini terdapat 28.427 orang pengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penanganan bencana di Sumatera Utara (Sumut).Penanganan bencana di Sumatera Utara (Sumut). Foto: Dok.Humas Polri

Wilayah paling terdampak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mencatat 56 kejadian bencana dengan 691 korban, termasuk 47 meninggal dunia dan 51 masih dalam pencarian. Di wilayah Kota Sibolga, tercatat 33 korban meninggal dunia dengan 56 orang dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Taput, Tapsel, dan Madina juga mengalami peningkatan jumlah longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi.

Polda Sumut memaksimalkan personelnya dengan mengerahkan 3.553 personel, merupakan perkuatan terbesar sejak awal November.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa seluruh jajaran bergerak maksimal sejak hari pertama.

"Polda Sumut bersama seluruh Polres jajaran sejak awal terus memberikan yang terbaik. Personel kami turun melakukan SAR, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai kepada masyarakat," kata Ferry.

Ferry menekankan kuatnya kerja sama lintas-stakeholder. Menurutnya, penanganan bencana dilakukan Polri bersama BNPB, Basarnas, TNI, Pemda, relawan, dan semua unsur terkait.

"Kepolisian memastikan koordinasi berjalan efektif sehingga setiap upaya penyelamatan bisa dilakukan cepat dan tepat," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa situasi kemanusiaan menjadi fokus utama. "Prioritas kami adalah penyelamatan jiwa, percepatan pencarian korban hilang, serta pemulihan masyarakat terdampak. Seluruh personel tetap siaga penuh karena cuaca masih berpotensi hujan di banyak wilayah," katanya.

Simak juga Video BNPB: Korban Tewas Bencana di Sumut Jadi 116 Orang, 42 Hilang

(aik/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads