Polri mengirim bantuan logistik menuju wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dengan pesawat jenis CN dan Fokker. Dua pesawat itu diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe sebagai bagian dari operasi besar mitigasi bencana nasional.
Selain pesawat, Polri juga mengerahkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, dan Pingwin 5011, serta memperkuat operasi dengan helikopter dari berbagai polda. Seluruh armada tersebut dikerahkan untuk membantu distribusi logistik ke daerah terdampak.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan duka cita mendalam atas korban bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polri mengucapkan turut berbelasungkawa kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberikan ketabahan," ujarnya.
Pesawat udara untuk mengirimkan logistik ke Sumatera dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: dok.Polri |
Menurut Trunoyudo, langkah cepat Polri merupakan instruksi langsung dari pemerintah dan langsung dijalankan hari ini.
"Atas perintah Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini," tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa lebih dari 97 ribu personel telah disiagakan secara nasional, sementara kekuatan lapangan di tiga daerah terdampak sudah bergerak. Personel yang dikerahkan berasal dari berbagai kesatuan.
"Polda Aceh telah menurunkan 4.550 personel, Polda Sumut 1.754 personel, dan Polda Sumbar 2.743 personel," ungkapnya.
Bantuan logistik untuk ketiga daerah tersebut mencakup ribuan paket kebutuhan anak dan ibu, obat-obatan, kasur lipat, makanan cepat saji, selimut, dan air mineral. Peralatan SAR yang disiapkan meliputi puluhan perahu karet, ratusan pelampung, tenda peleton, tenda dokas, genset, hingga portable solar generator.
"Semua unsur dilibatkan: Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, Forensik DVI, Kedokteran Polri, dan unsur lainnya," tambah Trunoyudo
(aik/dhn)











































