Inilah Bocoran BAP yang Ditolak Ongen Latuihamallo

Inilah Bocoran BAP yang Ditolak Ongen Latuihamallo

- detikNews
Rabu, 29 Agu 2007 17:07 WIB
Jakarta - Ongen atau Raymond JJ Latuihamallo mencabut BAP-nya. Semua yang disampaikannya kepada penyidik di Mabes Polri tidak diakuinya di persidangan. Dalam BAP, Ongen mengaku melihat Pollycarpus bertemu Munir di Coffe Bean, Bandara Changi, Singapura.Ongen membantah BAP ini, karena saat disidik ditekan penyidik. Ongen mengaku Brigjen Pol Mathius Salempang yang menekannya. Namun, dalam persidangan lanjutan Peninjauan Kembali (PK) kasus kematian Munir, Mathius Salempang membantah mengintimidasi Ongen. Dalam BAP itu, ada 5 pertanyaan yang diajukan penyidik. Dan Ongen lalu menjawabnya dengan tulisan tangan. BAP itu pun di sudut kiri atas ditandatangani oleh tanda tangan yang diduga pengacara Ongen, Ozak Sihotang. Berikut 5 pertanyaan yang diajukan kepada Ongen: 1. Mengapa keberangkatan saudara ke Belanda pada 6 September 2004 selalu mengalami penundaan dan akhirnya bisa berangkat ke Belanda ? Pertanyaan ini tidak dijawab 2. Coba jelaskan di Coffe Bean Bandara Changi Singapura tersebut menjual minuman dan makanan apa saja yang saudara ketahui? Jenis minuman panas seperti kopi dan teh, coklat, jenis minuman dingin kopi, coklat, mineral, jenis makanan snack 3. Jelaskan bagaimana mekanisme pembelian makanan di Coffe Bean Singapura! Kita pesan kemudian membayar ambil pesanan kemudian ambil aksesoris (gula) baru cari tempat duduk 4. Tahukah saudara, siapa yang membeli minuman yang diminum oleh saudara Munir dan PC (Pollycarpus) pada saat di Coffee Bean bandara changi Singapura tersebut? Saat saya masuk Coffee Bean, saya melihat PC baru dari counter pemesanan minuman, kemudian saya memesan minuman, PC kembali ke tempat duduknya. Setelah saya membawa minuman, mencari tempat duduk. Dari tempat duduk saya, saya melihat PC pada saat itu duduk dengan Munir sedang ngobrol dan minum sambil berputar badan ke kiri dan ke kanan 5. Adakah keterangan lain yang ingin saudara berikan dalam pemeriksaan ini? Untuk sementara cukup keterangan saya pada saat ini Isi bocoran dokumen tersebut tertanggal 21 April. Namun ketika di persidangan, Ongen menolak semua yang dinyatakan itu. (ndr/asy)


Berita Terkait