Dua orang personel Polda Riau dan satu orang sopir menjadi korban bencana longsor dan banjir bandang di Jembatan Kembar, Padang Panjang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. Sebelum hilang kontak, mereka mengabarkan terjebak macet akibat longsor di Jembatan Kembar.
Dua personel yakni Brigadir Tri Irwansyah dan Ipda Angga Mujafar merupakan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Pada Rabu (26/11) malam, mereka berangkat bersama seorang sopir, menuju ke Padang dalam rangka tugas.
"Mereka berangkat Rabu malam dalam rangka tugas mau periksa saksi di Lapas Padang," kata Dirkrimum Polda Riau Kombes Asep Dermawan, Sabtu (29/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis (27/11) pagi, mereka sampai di Jembatan Kembar. Personel tersebut sempat mengabarkan bahwa kondisi di jalanan di Padang Panjang macet karena ada longsor.
"Kamis pagi jam 10.00 masih komunikasi dengan kanit-nya, menyampaikan kalau jalanan di Padang Panjang macet, ada longsoran dan mereka masih nunggu," imbuhnya.
Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi dari kedua personel tersebut. Hingga Jumat (28/11) sore, Polda Riau mendapatkan kabar duka penemuan jenazah akibat longsor yang ternyata salah satu personelnya.
"Menjelang Maghrib mendapat info kalau hasil identifikasi DVI Polda Sumbar bahwa salah satunya merupakan anggota Dit Reskrimum Polda Riau," jelasnya.
Jenazah Tri telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara Ipda Angga Mufajar, hingga kini masih dalam proses pencarian dan diduga tertimbun material longsor serta lumpur.
Selain Tri Irwansyah, dua orang lainnya dalam kendaraan tersebut yaitu Ipda Angga Mufajar dan seorang sopir masih dinyatakan hilang. Diketahui, mobil bernopol BM-1370-AAJ yang mereka tumpangi tertimbun lumpur tidak jauh dari Jembatan Kembar.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, serta relawan terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan mengerahkan alat berat. Namun cuaca hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut membuat proses pencarian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
(mea/dhn)










































