Bertambah, WNI Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Jadi 6 Orang

Bertambah, WNI Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Jadi 6 Orang

Gibran Maulana Ibrahim, Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 08:07 WIB
Apartments still burn as a major fire swept through several apartment blocks at the Wang Fuk Court residential estate in Hong Kongs Tai Po district on November 27, 2025. Firefighters were still dousing a devastating fire on November 27 which ripped through a Hong Kong high-rise complex, killing at least 44 people and leaving hundreds missing according to authorities. (Photo by Peter PARKS / AFP)
Apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong kebakaran (Foto: AFP/PETER PARKS)
Jakarta -

Warga Negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong bertambah 4 orang. Total WNI yang tewas menjadi 6 orang.

"Berdasarkan informasi KJRI Hong Kong, sejauh ini polisi Hong Kong memverifikasi 6 WNI yang meninggal dunia," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Saat ini, KJRI berkomunikasi dengan keluarga korban WNI. KJRI juga bekerja sama dengan pemerintah setempat terkait penanganan jenazah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proses identifikasi jenazah masih dilakukan otoritas berwenang," sambungnya.

Selain itu, KJRI juga telah menyalurkan bantuan logistik ke beberapa shelter, dan membuka posko di salah satu pusat penyaluran bantuan Tai Po Community Center.

ADVERTISEMENT

"KJRI terus aktif memantau perkembangan dan menindaklanjuti keadaan di lapangan," tutur Vahd.

Diketahui, kompleks permukiman Wang Fuk Court yang berada di distrik Tai Po terdiri atas delapan gedung atau blok, masing-masing setinggi 31 lantai, hangus terbakar pada Jumat (28/11) pagi. Dari delapan gedung tersebut, tujuh gedung di antaranya kini hangus dilalap api.

Data terakhir disebutkan 128 orang tewas akibat kebakaran itu. Dalam konferensi pers, Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang juga mengungkapkan bahwa alarm kebakaran di kompleks apartemen itu tidak berfungsi dengan baik. Dia memperkirakan penyelidikan bisa memakan waktu tiga minggu hingga empat minggu ke depan.

(isa/isa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads