Nasib Sopir Truk di Merak, Sudah Macet Diperas Pula
Rabu, 29 Agu 2007 15:32 WIB
Banten - Kamacetan parah di Pelabuhan Merak membuat para sopir truk menjerit. Selain biaya perjalanan membengkak, mereka juga kerap diperas petugas. Keluhan itu disampaikan sejumlah sopir yang ditemui detikcom saat antre masuk Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (29/8/2007). Rata-rata mereka sudah menginap 2 hingga 3 hari."Biasanya kita tidak pernah sampai menginap. Kalau pun menginap paling lama satu malam," terang Sunarto, salah seorang sopir pengangkut sembako.Menurut Sunarto, kondisi ini membuat biaya perjalanan yang harus dikeluarkannya membengkak. Dalam kondisi lancar, untuk biaya makan dan sebagainya, Sunarto paling besar mengeluarkan Rp 50 ribu."Ini sudah hamir habis Rp 250 ribu, belum sampai Pelabuhan Bakauheni," ungkap Sunarto.Sunarto juga mempertanyakan kebijakan petugas Pelabuhan Merak. Biasanya jika terjadi kemacetan, truk-truk pengangkut sembako akan didahulukan.Namun saat ini kebijakan tersebut tidak dirasakannya lagi. Kalau pun mau cepat diangkut atau masuk kapal, sopir harus rela merogoh kantongnya Rp 100 hingga Rp 150 ribu."Kita harus ngasih pelicin kepada petugas, ya petugas ASDP ya polisi. Kalau nggak mau, ya harus sabar ngantre," ungkap Sunarto.Semua ini semakin membuat hati Sunarto semakin menjerit. Sebab gajinya sebagai sopir terpaksa dipotong untuk menutupi semua biaya-biaya siluman itu."Boro-boro untung, kita malah nombok. Bos mana mau ngerti, mereka tahunya barang sampai ke tujuan dengan bayaran sepeti biasa. Capek deh," ungkap Sunarto sambil tersenyum kecut.
(djo/nrl)











































