Tarif Melangit, Pelintas Tol BSD - Bintaro Merasa Dirampok
Rabu, 29 Agu 2007 11:51 WIB
Jakarta - Pengguna jalan tol ruas BSD dan Bintaro, Tangerang, kaget luar biasa karena tarif tol BSD-Bintaro menggila menyusul penerapan tarif tunggal JORR. Mereka harus merogoh kocek hingga Rp 10.500.Berikut suara pengguna jalan tol BSD-Bintaro pada detikcom, Rabu (29/8/2007):Hadrijanto SatyanegaraSaya ingin mempertanyakan harga di pintu tol Pondok Aren yang dari Bintaro kenapa harganya Rp 7.500 bukan Rp 6.000, katanya kebijaksanaan single price?Gregorius BillieHari ini saya melewati rute BSD-Bintaro (sektor 1). Biasanya saya hanya bayar Rp 3.000 plus Rp 1.500, sedangkan hari ini saya dirampok dengan harus membayar 10.500.Saya rasa ini perampokan terbesar yang pernah dilakukan oleh operator jalan tol. Kalau mau sistem buka dan tutup, contohlah tol dalam kota yang hanya Rp 4.500. Itu baru wajar. Sedangkan ini dari Rp 4.500 menjadi Rp 10.500. Ini sudah sangat tidak wajar. Sudah mahal sekali dan tidak ada informasi sebelumnya. Informasi hanya ada di pintu pembayaran tol. Tolong dijelaskan kenapa cara berpikirnya seperti itu.Adi PadmadiTiap pagi pukul 05.30-an warga Bintaro dan sekitarnya, selalu masuk tol Pondok Ranji. Karena harus bayar di depan, kemacetan pintu masuk jadi luar biasa. Warga yang kebanyakan mengangkut anak-anak sekolah jadi kelabakan.Ditambah kesal tarif dekat jauh Rp 7.500 karena hanya keluar di Lebakbulus, Fatmawati, atau Ampera. Di lain pihak Jasa Marga menikmati pengurangan pegawai di pintu-pintu keluar, efisiensi "dibebankan" terbalik balik kepada konsumen.Kita nggak ngerti cara berpikir operator jalan tol dan Menteri PU. Kelihatannya hanya memikirkan bisnisnya sendiri, mau untung cepat, dan tidak memikirkan konsumen, apalagi memikirkan dampak kemacetan di jalan arteri di pintu-pintu masuk tol.JamesSaya warga Bintaro Jaya. Efek dari dari kenaikan tarif tol ini adalah jalanan depan rumah (Bank Niaga/Bintaro sektor 7) yang biasanya lengang, sekarang jadi mampet.Yang sangat tidak menyenangkan, mosok masuk gerbang tol Pondok Ranji keluar di Bintaro sektor 3, bayarnya Rp 7.500 perak? Mengutip pernyataan Direktur Jasa Marga yang menyatakan bahwa tol JORR berlaku mulai dari Ulujami sampai Cilincing atau dengan kata lain tol BSD bukan bagian dari JORR - harusnya di Ulujami Junction (tikungan Ulujami), dipasangi gerbang tol! Itu baru benar, bukan seperti sekarang yang "menjebak".Tjie-uiTarif tol pembayaran di pintu gerbang Pondok Ranji itu bukan Rp 6.000 tetapi Rp 10.500 yang dirasakan agak aneh, walaupun kalau BSD - Pondok Ranji yang tarif lamanya Rp 3.000 dan itu pun dinaikkan sesuai dengan aturan pemerintah yang hanya 20 persen maka akan menjadi Rp 3.600 (atau jadi Rp 3.500) yang walaupun jalan tolnya tidak sepanjang jalan tol dalam kota, tetapi pagi ini membuat semua orang terkejut dengan harga yang Rp 10.500 atau Rp 6.000 plus Rp 4.500 (untuk BSD Pondok Ranji yang kenaikannya melebihi 20 persen malah menjadi 50 persen, yang berarti melanggar aturan pemerintah). Bagaimana ini bisa terjadi, sepertinya tidak mengikuti aturan yang berlaku, kayak merampok saja.Sebenarnya sudah tahu akan ada perubahan tarif dan mengira hanya bayar Rp 6.000 saja di Pondok Ranji, tetapi ternyata Rp 10.500 walaupun hanya keluar di Veteran atau Tanah Kusir. Berarti bukannya meringankan atau win win solution, tetapi menguras pengeluaran dengan kenaikan 200% lebih. Jadi bagaimana pemerintah menerapkan win win solution, tetapi membuat susah.NM YantiTadi malam saya masuk pintu tol dari Lebakbulus (Ciputat), harus bayar Rp 6.000, kondisi macet total. Begitu keluar tol Pondok Aren saya harus bayar lagi Rp 1.500 dan macet juga. Jujur saja saya sangat kecewa sekali, yang biasanya saya keluar masuk tol Bintaro-Pondok Indah cuma bayar Rp 3.000,- ini total yang dibayar Rp 7.500. Banyak warga Bintaro menggunakan tol Pondok Aren keluar Veteran yang hanya mengeluarkan biaya cuma Rp 2.000,-. Apa ini yang naik 20 persen?Heri SHari ini, sungguh sangat sangat stres rasanya terutama bagi pengendara yang menggunakan jalur tol BSD, Bintaro/Pondok Aren - Tol TB Simatupang. Bagaimana nggak stres, tarif tol yang hanya 7,2 km (Bintaro/Pondok Aren - Veteran) yang biasanya Rp 2.000 menjadi Rp 7.500. Sungguh suatu kenaikan yang fantastis, 375 persen! Dan ini baru kejadian pertama kali di Indonesia, mungkin di dunia ini. (Persentase kenaikan semakin fantastis bagi pengguna tol Bintaro - Bintaro/Pondok Aren dari Rp 1.500 menjadi Rp 7.500. 500% bo kenaikannya).Kalau di berita bahwa kenaikan tarif tol menjadi Rp 6.000, kenapa di gerbang tol Bintaro/Pondok Aren sebesar Rp 7.500. Bagaimana ini? Lantas yang Rp 1.500 untuk siapa dan pertanggungjawabannya kepada Tuhan YME bagaiamana?Sebenarnya bagaimana sih perhitungannya untuk mendapatkan angka segitu. Kalau dibagi rata-rata terjauh ditambah terdekat dibagi dua,pe ternyata nggak. Kenapa setiap kali ada pengoperasian tol baru, berimbas ke tarif jalur tol yang lainnya.Omar RamaPengalaman saya mengenai tarif tol baru ini sangat menyebalkan dan merepotkan. Saya masuk dari Ciputat II sudah bayar Rp 6.000 dan tujuan saya BSD. Masa di gerbang tol BSD saya ditarik lagi uang sebesar Rp 4.500. Kalau saya lihat bukannya jadi lancar malahan makin macet, sudah pintu masuk macet, mau keluar juga macet. Saya juga dapet info kalau keluar di Pondok Aren/Bintaro juga ditarik uang sebesar Rp 1.500. Yang jadi pertanyaan saya buat apa ditarik uang 2X? Kalau saya bilang ini namanya pemerasan!
(nrl/umi)











































