Brigjen Pol Mathius Salempang: Saya Tidak Periksa Ongen
Rabu, 29 Agu 2007 11:42 WIB
Jakarta - Saat dikonfrontir, kesaksian Raymond JJ Latuihamallo alias Ongen yang merasa diintimidasi dipatahkan Ketua Penyidik Mabes Polri Brigjen Pol Mathius Salempang.Demikian yang mengemuka dalam sidang yang dipimpin Andriani Nurdin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2007) pukul 10.20 WIB.Di awal sidang, jaksa penuntut umum (JPU) Poltak Manulang melontarkan pertanyaan ke Salempang."Apa benar Anda telah menekan Ongen untuk dijadikan tersangka apabila keterangannya tidak sesuai di BAP, katanya Saudara akan mencekal saksi?" tanya Poltak.Salempang mengatakan ada keterangan dari seseorang yang melihat orang berbadan tinggi besar dengan rambut gondrong di Coffee Bean Bandara Changi Singapura, lalu Ongen akhirnya dipanggil pada 2 April 2007.Menurut dia, Ongen memenuhi panggilan penyidik dan pemeriksaan dipimpin Kombes Pol Pambudi. "Saya tidak ada," kata Salmepang.Dikatakan dia, Ongen pernah minta dipanggilkan pendeta. "Lalu saya panggil pendeta saya, yakni Pendeta Tangkudung. Kita bertiga berdoa dan pendeta memberikan pencerahan," ujarnya.Pemeriksaan pada 3 April, Salempang mengaku seharian tidak di kantor."Saya diskusi dengan ahli laboratorium. Yang memeriksa bukan saya. Pada 4 April, saya juga masih diskusi," kata Salempang.Pada 4 April pukul 17.00 WIB, menurut Salempang, Kombes Pol Pambudi datang meminta petunjuk bahwa Ongen sudah diperiksa."Saya tanya, apa yang ditemukan. Dia bilang seperti kemarin, dia (Ongen) sepertinya menghindari Coffee Bean. Saat Ongen tanda tangan BAP, Saya tidak di situ," terang Salempang.Andriani pun bertanya balik pada Ongen.Bagaimana keterangan saksi? kata Andriani.Ongen tetap pada kesaksiannya. "Pak Mathius bilang akan saya cekal Anda, dan tidak segan-segan akan dijadikan tersangka. Dia bilang itu di depan pendeta yang dia bawa," ujarnya."Setelah berdoa, pendeta bilang hati-hati. Itu bukan penyidik murahan," lanjutnya.Berapa kali bilang akan mencekal? tanya Andriani lagi."Dia mengatakan itu 2 kali," sahut Ongen.
(aan/sss)











































