SBY: Bebaskan Bandara Soekarno-Hatta dari Pungli
Rabu, 29 Agu 2007 11:15 WIB
Tangerang - Presiden SBY mewanti-wanti Perum Angkasa Pura menghormati keberadaan patung Dwi Tunggal Pahlawan Proklamator di areal Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.Caranya tidak hanya sekadar merawat keindahan patung perunggu itu. Tapi juga benar-benar mengelola dan menjadikan pintu masuk internasional Indonesia itu sebagai bandara kelas dunia."Kalau bandara ini benar-benar bisa menjadi bandara kelas dunia yang bersih dan bebas pungli, artinya Anda menghormati nama proklamator kita. Maka tepat bila patung ini berdiri di sini," ujar Presiden SBY. Peringatan yang disampaikan dengan nada serius tersebut merupakan bagian pidatonya saat meresmikan patung Dwi-tunggal Soekarno-Hatta di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (29/8/2007).Sebagai contoh kasus, Presiden SBY menunjuk aksi unjuk rasa sempat yang ia saksikan dalam perjalannnya menuju lokasi acara. Meski pesertanya kecil, tapi materinya dinilai besar dan karenanya penting untuk ditindaklanjuti.Yakni tuduhan adanya praktek KKN dan pungli di Terminal III yang merupakan tempat pemberangkatan dan kedatangan para TKI. Presiden meminta Perum Angkasa Pura II menerima perwakilan pengunjuk rasa dan melakukan penyelidikan tuduhan tersebut."Kalau betul terjadi, segera perbaiki karena ini bisa merusak nama bandara yang kita banggakan. Bebaskan badara ini dari praktek-praktek yang menganggu kenyamanan penumpang, termasuk pungli yang tak semestinya terjadi," tandas dia.
(lh/asy)











































