Angkot-angkot Pilih Macet daripada Bayar Tol Rp 6.000

Angkot-angkot Pilih Macet daripada Bayar Tol Rp 6.000

- detikNews
Rabu, 29 Agu 2007 08:49 WIB
Jakarta - Penetapan satu tarif yang diberlakukan di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) membuat kaget sejumlah sopir angkot. Trayek-trayek tertentu yang biasa melintas di JORR untuk menghindari kemacetan memilih lewat jalan arteri yang macet.Sopir angkot KWK S19 rute Kampung Rambutan-Depok, misalnya. Mereka mikir-mikir melintas lagi di JORR seperti yang biasa dilakukannya, karena harus mengeluarkan uang 3 kali lipat. "Ini sih geblek, main naik saja nggak dikasih tahu dulu," kata Yudi (45), sopir KWK S19 kepada detikcom, Rabu (29/8/2007).Dia mengaku mikir-mikir harus mengeluarkan uang Rp 6.000 untuk membayar tarif sepanjang 3 km yang biasa dilaluinya. "Kalau naik Rp 1.000 sih nggak apa-apa. Ini naiknya gila-gilaan, biasa bayar Rp 2.000 harus bayar Rp 6.000," katanya.Namun dia bersedia saja lewat tol jika penumpang menginginkannya. "Tapi ya ongkosnya naik Rp 500, mau nggak penumpangnya. Kalau pada mau sih nggak apa-apa," kata dia.Angkot S19 biasanya dibagi dua kelompok. Satu kelompok biasa melintas di jalan arteri TB Simatupang. Mereka membawa penumpang yang menyetop di sepanjang jalan tersebut. Angkot ini melintas di perempatan Pasar Rebo yang kalau pagi macet. Tarif per penumpang Rp 2.000.Kelompok lainnya mengisi penumpangnya di Terminal Kampung Rambutan. Begitu ke luar terminal, angkot ini biasanya langsung masuk ke Gerbang Tol Rambutan II dan keluar di gerbang Lenteng Agung Timur (Tanjung Barat). Tarif per penumpang Rp 2.500."Kalau penumpang mau bayar Rp 3.000, kita sih mau saja masuk tol daripada macet begini," kata Yudi.Namun tidak semua angkot anti JORR, sejumlah minibus Koantas 509 rute Kampung Rambutan-Lebak Bulus masih terlihat melintas di JORR. Biasanya mereka ke luar di gerbang Cilandak atau Lebakbulus yang tarifnya kini tidak terlalu jauh berbeda dengan yang biasa mereka bayar. (umi/nrl)


Berita Terkait