Guru Agama SBY Sakit
Selasa, 28 Agu 2007 16:00 WIB
Palembang - Guru agama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berasal dari Palembang Kiagus Haji Muhammad Zen Sukri (88), mengalami serangan jantung. Saat ini dia dirawat di RSU Moehammad Husin Palembang."Awal sakit bapak dari asma. Dan, baru kali ini beliau terserang sakit jantung. Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah mulai membaik," kata Ibnu Athoillah, putra Zen Sukri, kepada detikcom, ketika menjaga bapaknya di sal Jantung V VIP RS Moehammad Husin, Selasa (28/08/2007).Diceritakan Ibnu, Sabtu (26/08/2007) sekitar pukul 09.00 WIB, kiai kelahiran Palembang, 10 Oktober 1919, itu menderita sesak napas. Asma yang menjadi penyakitnya di usia tua kambuh. Keluarga baru memutuskan membawanya Zen ke RS RK Charitas sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu."Sejak dari rumah Abah sudah menggunakan alat bantu pernafasan oksigen. Tiba di Charitas petugas medis langsung memasangkan alat jantung di sekujur tubuh Abah," kata Ibnu. Selanjutnya, Minggu pagi, Zen Syukri dibawa ke RS Moehammad Husin."Dokter Ali Ghani yang merawat bapak, menyarankan untuk istirahat. Setahu kita, pikiran Abah (Zen) selalu ke pesantren yang mau dibangun. Sambil menangis Abah pernah bilang apa dia bisa melihat pesantren tersebut berdiri sampai jadi. Kami juga mohon kiranya seluruh jemaah bisa ikut mendoakan dengan mengirimkan Alfatihah," kata Ibnu sambil menambahkan, sakit yang dialami Zen Sukri lantaran terlalu memikirkan masalah pesantren.Kondisi Zen Sukri memang lemah, terbaring di atas tempat tidur. Sejumlah tim medis yang merawat pun mengatakan, Zen tidak boleh terlalu banyak bicara. Meskipun begitu, Zen masih bisa berdialog dan mengetahui setiap tamunya yang datang.Gubernur Sumsel Syahrial Oesman sendiri telah membesuk ulama yang cukup terkenal di Palembang.Sebagai informasi, selama menjadi Kasdam dan Pangdam II Sriwijaya, Susilo Bambang Yudhyono, banyak belajar agama dengan ulama ini. Bahkan, dalam sebuah wawancara detikcom, beberapa tahun lalu, ulama ini menjelaskan bahwa SBY sebelum memutuskan menjadi calon presiden, pernah minta doa dan izin dari dirinya. "Saya katakan maju, tapi semua tergantung Allah," katanya.Setiap kali SBY ke Palembang, ulama yang lahir dari keluarga yang mengamalkan ratib Samman ini, selalu hadir sebagai undangan. Bahkan, SBY beberapa kali bersilahturahmi ke rumah ulama ini.
(tw/djo)











































