Menlu Malaysia Bantah Bangsanya Jahati TKI
Selasa, 28 Agu 2007 15:09 WIB
Jakarta - Penganiayaan yang dilakukan majikan terhadap TKI di Malaysia masih marak terjadi. Namun Menteri Luar Negeri Malaysia membantah kasus kekerasan terhadap TKI karena niat jahat warganya."Mereka (TKI) suka kerja di Malaysia. Kalau Malaysia jahat, tentu tidak akan memberi peluang ekonomi untuk berkembang dan (TKI) tidak boleh bekerja ke sana," kata Menlu Malaysia, Syed Hamid Albar.Hal itu dia sampaikan dalam jumpa pers usai seminar bertajuk 'Fifty years of Indonesia-Malaysia relations,' di Hotel Shangri-La, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (28/8/2007).Menurut Albar, majikan para TKI memiliki karakter berbeda. Ada yang baik ada yang tidak. Lalu ada TKI yang terperangkap dengan majikan yang tidak baik dan mengalami penganiayaan.Rakyat Malaysia, lanjut Albar, juga merasa marah jika mendengar adanya kekerasan terhadap TKI. Sebab TKI dinilai telah memberi sumbangan pada Malaysia."Kalau kita tengok betapa ramainya TKI di Malaysia. TKI dilayani dengan baik. Pemerintah Malaysia tetap akan meng-handle masalah ini, biar tidak merusakkan TKI. Kalau ada penganiayaan, pasti ada proses hukum. Namun tentunya dalam proses itu ada kaidah atau prosedur yang harus dituruti untuk mengambil suatu tindakan," tuturnya.Dia juga berharap hubungan bilateral Indonesia-Malaysia tidak akan terpengaruh dengan kasus ini. Menurut dia, dibandingkan TKI sukses, kasus kekerasan lebih sedikit."Jadi yang berkasus ini hanya sedikit. Ada semilion (jutaan) yang sukses di Malaysia. Yang baik tentu kita perlu memberi recognition (penghargaan)," ujarnya.
(fiq/sss)











































