Kartun Nabi
Swedia, Minta Maaf atau Didemo
Selasa, 28 Agu 2007 14:43 WIB
Jakarta - Anggota Komisi Agama DPR RI Ma'mur Hasanuddin mendesak Kedutaan Besar Swedia diJakarta segera minta maaf dan menjelaskan ihwal munculnya kartun Nabi Muhammad di sebuah media lokal.Ma'mur menilai tindakan klarifikasi pihak Swedia itu akan dapat mencegah aksi-aksi protes di Indonesia yang mungkin dipicu oleh pemuatan kartun itu."Sebelum ada protes dari umat Islam di sini, saya sarankan Kedutaan Besar Swedia inisiatif minta maaf dan beri penjelasan. Mereka harus belajar dari Denmark. Kalau tidak, saya khawatir akan banyak ribut-ribut seperti kasus kartun (Denmark)seperti dulu," ujar petinggi Partai Keadilan Sejahtera itu secara tertulis pada detikcom, Selasa (28/8/2007).Ma'mur sendiri sangat menyesalkan atas munculnya kartun bergambar Nabi Muhammad yang berbadan anjing. "Itu jelas penghinaan. Saya paham mereka menganut paham kebebasan. Tapi juga seharusnya mereka juga berpikir mereka tidak hanya hidup sendirian. Mereka juga masyarakat dunia yang harus menghormati pihak lain. Jangan seenaknya saja," ujarnya.Terkait jika nanti ada aksi-aksi jalanan di Indonesia atas pemuatan kartun itu, mantan Ketua Umum DPW PKS Jawa Barat itu memakluminya. Bahkan, Ma'mur setuju aksi-aksi jalanan itu dilakukan jika pihak Swedia tak memberikan respons apa pun."Aksi protes jalanan itu pilihan terakhir. Makanya, mumpung belum ramai (aksi), saya sarankan mereka minta maaf. Itu terserah mereka. Mau ribut atau damai," gertaknya.
(nrl/asy)











































