Serpihan AdamAir KI 574 Masih Berserakan di Perairan Majene
Selasa, 28 Agu 2007 13:06 WIB
Jakarta - 38 Anggota tim dari berbagai negara yang diterjunkan ke perairan Majene, Sulsel, masih menemukan banyak serpihan Adam Air KI 574 yang jatuh 1 Januari 2007 lalu.Serpihan itu sempat diangkut ke kapal berbendera Cyprus yang mengangkut anggota tim, sebelum pengangkatan kotak hitam dilakukan.Hal itu diungkapkan Ketua KNKT Tatang Tatang Kurniadi dalam jumpa pers di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (28/8/2007).Selain kapal khusus yang didatangkan dari Cyprus, pengangkatan kotak hitam juga melibatkan robot dari Phoenix, AS.Saat pengangkatan kotak hitam, 38 anggota tim yang diterjunkan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 18 orang dari Ghana, Malaysia, Filipina, AS dan Ukraina yang stand by di kapal Cyprus.Sedangkan 20 orang lainnya, yakni 10 dari Ghana, Malaysia, Filipina, AS dan Ukraina ditambah 10 orang dari KNKT, BPPT, AdamAir, National Transportation Safety Board (NTSB) AS, Boeing dan FAA, berada di robot Phoenix. Tim ini berangkat dari Soekarno-Hatta dan tiba di Makassar pada 24 Agustus 2007 pukul 12.45 WIT. Perjalanan dari Makassar ke lokasi diperkirakan sekitar 120 mil dengan kecepatan sekitar 12 mil. Sampai di sasaran pukul 00.00 WIT. Tim ini langsung menyusuri perairan yang diduga lokasi jatuhnya AdamAir. "Di sini tim banyak menemukan serpihan, diduga milik AdamAir," kata Tatang.Pada 27 Agustus, tim baru menemukan lokasi kotak hitam. Flight Data Recorder (FDR) berhasil diangkat pukul 12.29 WIB, 27 Agustus 2007 di kedalaman 2.000 meter. Sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan pukul 10.00 WIB, 28 Agustus di kedalaman 1.900 meter.
(umi/nrl)











































