Warga Kolong Tol Packing Barang

Pasrah Digusur

Warga Kolong Tol Packing Barang

- detikNews
Selasa, 28 Agu 2007 12:04 WIB
Jakarta - Pakaian dan barang-barang berharga milik 50 KK warga tol Jembatan Tiga, Jakarta Utara, sudah dikemas. Warga pasrah digusur dan menanti kejelasan uang kerohiman.Barang-barang milik warga tampak dikumpulkan menjadi satu di lahan kosong, samping tol yang berjarak 200 meter dari tol Jembatan Tiga. Buntelan pakaian, kardus-kardus berisi barang elektronik, dan barang berharga tampak ditumpuk."Kalau suruh pindah, ya pindah. Yang penting nggak di bawah kolong tol. Lumayan dapat uang kerohiman Rp 1 juta. Daripada harus pindah jauh-jauh, saya ngungsi yang deket saja lagian mahal sewanya Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan, kerja paling pemulung," kata Ngadio, salah seorang warga kolong tol."Kalau gusur menggusur sudah kenyang, saya inginnya cepat saja. Katanya mau digusur kok nggak digusur-gusur, nggantung kayak gini," sesal pria yang telah tinggal di bawah kolong tol ini sejak 1970.Wati, penghuni warga kolong tol juga meminta agar ada kejelasan seputar rencana penggusuran. "Ya sudah gusur-gusur saja. Tetapi pindahnya jangan jauh-jauh, kasihan anak saya sekolahnya. Kalau di Marunda jauh banget," ujar Wati.Warga yang telah mengemasi barang-barangnya hanya meninggalkan selembar tikar di lapaknya. Rumah mereka telah dikosongkan.Selain ada yang pasrah digusur, ada juga warga yang memilih bertahan. "Masa tinggal di kolong tol nggak boleh, apalagi saya sudah ngontrak 2 bulan, kena kebakaran dan uang sudah habis. Daripada nyari lagi mending bertahan di sini," kata Iwan.Pengamatan detikcom, aktivitas warga tetap normal. Ada yang memulung, ada yang membersihkan botol bekas, dan ada juga yang sibuk menimbang-nimbang barang rongsokan.Di kolong tol Warakas, Tanjung Priok, warga sudah mulai mengosongkan lahan. Namun di kolong tol Jalan Lodan Raya, Ancol, warga masih bertahan dan tinggal di sepanjang 1 kilometer kolong tol. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads