Bang Yos Endus Minah Langka Ulah Oknum Tertentu
Selasa, 28 Agu 2007 11:12 WIB
Jakarta - Program konversi minyak tanah (minah) ke gas elpiji menuai problem. Masyarakat tidak saja sulit mendapatkan minah, tapi juga gas elpiji yang dijanjikan pemerintah.Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengendus adanya permainan oknum tertentu terkait kelangkaan dua bahan bakar tersebut."Ada sebuah permainan barangkali mengenai jalur distribusi minyak tanah selama ini," kata Bang Yos di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (28/8/2007).Dia menjelaskan, permainan ini dilakukan oknum perangkat distribusi dari tingkat agen ke bawah. Sebab selama ini minah mendapat subsidi dan bisa dioplos menjadi BBM lain. Sedangkan gas tidak bisa diakali.Oknum tersebut, imbuh Sutiyoso, jelas ingin mendapat keuntungan secara resmi dari pengadaan gas, tapi juga tidak ingin kehilangan keuntungan dari jalur tidak resmi, yakni mengoplos minah."Ini yang akan kita tangkas karena merugikan banyak orang," tegasnya.Akibat permainan sejumlah oknum agen itu, dia menilai program konversi di Jakarta yang sudah mencapai 70 persen mundur menjadi 50 persen."Target kita di DKI 100 persen, tadinya kita sudah 70:30. 70 untuk gas dan 30 untuk minyak tanah. Karena ada kelangkaan jadi 50:50 lagi. Ini kemunduran yang harus dianalisis," tegasnya.Dia juga mempermasalahkan distribusi tabung gas elpiji oleh Pertamina yang langsung dilakukan ke kelurahan-kelurahan tanpa koordinasi dengan pemda. Ke depan, kata dia, pemda akan mengevaluasi distribusinya dan akan menggerakkan perangkat pemerintah provinsi, seperti dinas pertambangan."Selama ini Pertamina langsung bagi-bagi kompor dan tabung gas ke kelurahan, sedangkan kita nggak pernah tahu. Ini yang akan kita evalusi ke depan. Bahkan saya bersama istri saya bertekad menyosialisasikan ini ke masyarakat, kalau gas ini bisa untung, baik duit dan waktu," bebernya.
(umi/nrl)











































