Keluarga Sangkal Ada KDRT dalam Rumah Tangga Luciana

Keluarga Sangkal Ada KDRT dalam Rumah Tangga Luciana

- detikNews
Senin, 27 Agu 2007 21:42 WIB
Jakarta - Ahli forensik RS Cipto Mangunkusumo menemukan lebam di telapak tangan kanan (alm) Luciana Loliana (35), bukan karena wanita itu jatuh. Namun, keterangan Mun'im Idris itu disangkal pihak keluarga Luciana. Mereka membantah lebam di tangan disebabkan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Luciana.Hal tersebut diungkapkan adik ipar Luciana, Kasih Kriswindaratmo, saat mengurusi jenazah kakak ipar dan keponakannya di RSCM, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2007)."Kami ingin meluruskan, bahwa berita-berita (yang menyebut adanya KDRT dalam rumah tanggak Luciana dan Toshihiro Saegusa), itu tidak benar. Kehidupan rumah tangga kakak saya akur. Suaminya sangat sayang pada dia," ujar Kasih.Kasih menjelaskan, terakhir kali dia bertemu keluarga Luciana sekitar 1 bulan lalu. Keluarga itu bahkan terlihat sangat akur. "Dan setahu saya, Bang Hiro itu baik. Mereka menikah resmi sejak 4 tahun lalu. Tidak pernah ada kekerasan dalam rumah tangga mereka," tuturnya.Bagaimana dengan pernyataan ahli forensik yang menyebutkan di telapak tangan kanan Luciana ada luka tak lazim bukan akibat jatuh?"Kalau tentang memar-memar, biar nanti polisi yang menangani," ujarnya. Begitu pula ketika Kasih ditanya tentang dugaan bunuh diri, Kasih berdalih polisi belum memastikan. "Saya nggak bilang kalau kakak saya bunuh diri. Dan polisi juga belum memastikan," tuturnya.Luciana dan Toshihiro, lanjutnya, menikah resmi 4 tahun yang lalu. Meski beda warga negara, mereka selalu tampak akur."Itu sebabnya saya dan keluarga, berpendapat sangat tidak mungkin ada kekerasan. Berita-berita itu tidak benar. Bang Hiro tidak ada sangkut pautnya," tegasnya. Jenazah Luciana dan Imanuel Saegusa disemayamkan keluarga di RSPAD Gatot Subroto, Jl Abdulrahman Saleh, Jakarta Pusat. Kedua jenazah itu sudah dibawa dari RSCM sejak pukul 20.15 WIB.Namun, keluarga Luciana masih belum memutuskan tempat pemakaman untuk menguburkan dua jenazah itu. (nwk/ary)


Berita Terkait