Penggusuran Kolong Tol, Perempuan Paling Dirugikan

Penggusuran Kolong Tol, Perempuan Paling Dirugikan

- detikNews
Senin, 27 Agu 2007 21:18 WIB
Jakarta - Rencana penggusuran warga kolong tol di sepanjang Jakarta Utara akan membuat garis kemiskinan semakin panjang. Tidak hanya itu, kerugian-kerugian lainnya pun mengantri seperti ekonomi, psikologi dan masalah anak-anak. Tetapi dari daftar tersebut, yang paling dirugikan adalah perempuan karena beban perempuan berlipat ganda. "Mereka selain harus mengurus anak dan keluarga juga harus mencari nafkah. Ditambah lagi sekarang harus di gusur," kata Koordinator Reformasi Hukum LBH APIK, Irianto Indah Susilo kepada detikcom, Senin (27/8/2007).Selain itu, perempuan yang ada di sepanjang kolong tol tersebut juga harus di usir ke Rusun Marunda yang akses terhadap kesehatan perempuan jauh dari sepadan. Seperti jauh dari puskesmas, keamanan rendah dan transportasi yang masih rendah. Dari data yang dimiliki oleh LBH APIK, setiap kali ada penggusuran, perempuan yang paling parah menderita. "Seperti rentan terhadap pemerkosaan," lanjutnya.Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Effendi Anas tetap bersikeras menggusur mereka. Penggusuran ini akan dilakukan secara simultan yaitu warga yang digusur langsung mendapatkan uang kerohiman sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga. "Besok mereka harus hengkang dari kolong tol," ujarnya saat dihubungi detikcom.Warga kolong tol yang tidak akan direlokasi terkait ketidakpemilikan KTP DKI Jakarta sebanyak 4.643 KK atau ekuivalen 18.584 jiwa. Dengan perincian, 2.100 KK di Kolong Tol Rawa Bebek, 500 KK di Jembatan Tiga, 125 KK di Kampung Walang A, 131 KK di kampung Walang B, 200 KK di Muara Karang, 156 KK di Jalan Tongkol, 1.200 KK di Warakas dan 231 di Jelambar Baru. (asp/ary)


Berita Terkait