Tikus Gudang Rp 350 Juta Dibekuk

Tikus Gudang Rp 350 Juta Dibekuk

- detikNews
Senin, 27 Agu 2007 16:55 WIB
Jakarta - Komplotan pencurian barang-barang di kompleks pergudangan atau yang dijuluki 'tikus gudang' di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara dibekuk polisi. Dari 3 kali beraksi, total barang yang disikat bernilai Rp 350 juta.Cito, Aris, Ambutan, Solihin, Sudirman, Maimin, Turmudi, dan Haryono, harus merasakan dinginnya sel penjara di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, senin (27/8/2007).Mereka dibekuk petugas gabungan dari reserse Polsek Cilincing dan Polres Jakarta Utara pada Senin dinihari. Kedelapan orang ini tertangkap basah ketika melakukan bongkar muat di rumah salah satu anggota sindikat Haryono."Ketika ditangkap, mereka tidak melawan," kata Kanit Serse Polsek Cilincing Iptu Sutikno.Dijelaskan Sutikno, perburuan terhadap komplotan 'tikus gudang' bermula dari laporan pemilik PT Puninar Indonesia yang menyewakan jasa pergudangan di Jl Cakung Drain, Jakarta Utara.Pemilik merasa aneh karena selisih jumlah barang yang dilaporkan sangat jauh berbeda dengan jumlah barang yang ada di dalam gudang. Hal itu sudah berlangsung sejak bulan Juni 2007. Perusahaan kemudian melakukan penyelidikan internal dan menemukan adanya keterlibatan orang dalam.Akhirnya diketahui jika Haryono yang bekerja sebagai petugas pengecekan barang di PT Purinar Indonesia terlibat. Setelah berkoordinasi dengan kepolisian, akhirnya komplotan ini berhasil dibekuk.Dalam pengakuannya di Polsek Cilincing, Haryono mengatakan, aksi yang dilakukannya tersebut merupakan aksi yang ketiga. Setiap bulan, sejak bulan Juni-Agustus komplotannya beraksi sekali."Saya juga dibantu dua orang dalam lainnya," kata Haryono.Dituturkan dia, dalam tiap aksinya, biasanya komplotan ini menggunakan nama perusahaan fiktif, yakni PT Sarana Eksperindo (SE) untuk mengeluarkan barang dari gudang.Dengan menggunakan mobil boks, barang-barang berupa sampo, sabun mandi, pasta gigi, pewarna rambut, silet dan sejumlah barang lainnya dibawa dulu ke rumah Hariyono di RT 05 RW 07, Cilincing.Kemudian barang-barang tersebut didistribusikan ke berbagai toko kelontong yang ada di Jakarta utara. Uang hasil 'penjualan' dibagi untuk seluruh anggota."Alasannya kebutuhan ekonomi, untuk biaya hidup," kata Hariyono.Kini kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Cilincing. Petugas masih memburu dua orang dalam lainnya yang terlibat, yakni supervisor gudang yang bernama Ikshsan dan petugas pengecekan barang bernama Surya Darma. (bal/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads