Pekanbaru Hujan Seharian, Perumahan dan Sekolah Tergenang
Senin, 27 Agu 2007 16:18 WIB
Pekanbaru - Kota Pekanbaru, Riau, diguyur hujan sejak pagi hingga siang hari. Akibatnya, sejumlah pemukiman penduduk tergenang air dan sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Hujan yang terjadi Senin (27/08/2007), turun sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Hal ini membuat sejumlah kawasan rumah penduduk dan jalan di Pekanbaru tergenang air. Kawasan yang paling parah akibat banjir ini terjadi di Jl Angkasa, Kelurahan Labu Baru, Kecamatan Payung Sekaki. Di sana ratusan rumah penduduk tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Halaman rumah mereka sejak pagi hingga siang hari masih tergenang air. Malah sebagian lagi luapan air masuk ke rumah-rumah penduduk. "Hujan yang mengguyur sejak pagi, membuat halaman rumah kami tergenang air. Malah ada sebagian lagi, air dari luapan anak sungai Senapelan ada yang menggenangi rumah penduduk," terang Bogel, warga di Jl Angkasa kepada detikcom. Banjir ini juga berimbas pada aktivitas di sejumlah sekolah. Misalnya saja, SMP Negeri 12 di Jl H Guru Sulaiman, di kecamatan yang sama. Sekolah yang berdiri di luas tanah sekitar satu hektar ini, terpaksa menghentikan aktivitas belajar mengajarnya. Hujan yang terus mengguyur di Pekanbaru ini, membuat halaman sekolah tersebut tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Malah ruangan majelis guru juga tergenang air semata kaki. "Kami sempat belajar kira-kira satu jam. Selanjutnya aktivitas dihentikan karena seluruh halaman sekolah sudah tergenang air. Malah ruangan mejelis guru sempat tergenang air. Hari ini kita meniadakan proses belajar mengajar," terang Erna Wati guru bahasa Indonesia itu. Kondisi yang sama juga terjadi di SMP Negeri 18 di Jl Angkasa. Ratusan murid-murid di sana terlihat tidak mengikuti pelajaran. Para siswa tampak menikmati guyuran hujan yang menggenangi halaman sekolah mereka. Malah sejumlah ruangan belajar mereka juga tergenang air. "Tadi kami sempat selama selama dua jam. Karena hujan terus mengguyur halaman sekolah dan ruangan belajar kami tergenang. Kami ditugasi untuk mengangkat bangku di atas meja belajar kami. Walhasil kami tidak belajar," terang Herman Abdulah siswa kelas III.
(djo/djo)











































