Ibu Ani Babak Belur Dipentung
Senin, 27 Agu 2007 15:43 WIB
Jakarta - Hidup terasa pedih bagi Ibu Ani. Saat hendak mencurahkan hatinya, dia malah dihajar dengan pentungan hingga babak belur.Unjuk rasa yang dilakukan puluhan warga kolong tol Jembatan Tiga, Pluit, di depan kantor Walikota Jakarta Utara diwarnai aksi pukul oleh petugas Trantib.Warga yang kepanasan menunggu malah dipentung hingga babak belur. Ada 3 korban luka, salah satunya adalah Ibu Ani. Dua lainnya adalah Dedi dan Iwan.Peristiwa bermula ketika warga menolak mengutus 10 perwakilan untuk bermediasi dengan pihak kantor walikota. Mereka menolak karena ingin bertemu langsung dengan Walikota Jakarta Utara untuk menyampaikan langsung penolakan penggusuran.Namun, pihak kantor walikota mengatakan walikota sedang tidak berada di tempat. Dan mereka diminta untuk menunggu di luar.Karena cuaca panas, mereka memaksa untuk menunggu di dalam. Namun permintaan mereka ditolak pihak kantor. Petugas Trantib pun menghadang mereka di depan kantor."Kita kan mau menunggu Walikota Jakarta Utara, tapi di luar panas. Kita meminta secara baik-baik untuk menunggu di dalam kantor, tapi dilarang pihak kantor," kata anggota Urban Poor Consortium, Edi Saidi, saat dihubungi detikcom, Senin (27/8/2007).Petugas Trantib menggunakan tongkat pentungan untuk melakukan aksinya. Edi mengatakan, akibat insiden pemukulan ini, 3 orang menjadi korban. Mereka adalah Dedi, Iwan, dan Ibu Ani.Ketiga korban langsung dibawa ke RS Koja, Jakarta Utara. Setelah divisum, mereka langsung menuju Polres Jakarta Utara untuk melaporkan kejadian pemukulan ini.Saat ini Edi dan beberapa warga kolong tol telah melaporkan insiden ke Polres Jakarta Utara. Namun, para petugas Trantib yang melakukan pemukulan belum ditetapkan sebagai tersangka, karena masih dalam proses penyelidikan. Ketiga korban juga dimintai keterangan."Untuk kejadian ini kita juga meminta pertanggungjawaban dari walikota," imbuhnya.
(ptr/sss)











































