Australia Gandeng Polri Sikat Perdagangan Manusia

Australia Gandeng Polri Sikat Perdagangan Manusia

- detikNews
Senin, 27 Agu 2007 14:46 WIB
Jakarta - Upaya pemberantasan perdagangan manusia melibatkan banyak negara. Tak heran bila Australia sebagai salah satu negara tujuan dari perdagangan manusia menggandeng Polri. "Indonesia yang diwakili Polri bekerjasama dengan Australia dalam suatu subsidiary agreement yang berkaitan dengan The Asia Regional Trafficking in person project atau ARTIP," kata Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (27/8/2007). Kerjasama proyek ini resmi ditandatangani pada 27 Agustus dan akan berlaku 5 tahun ke depan. Kerjasama yang dilakukan berbentuk pelatihan dan pemberian bantuan dana. Tercatat negara yang telah bergabung yakni Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Laos. "Ini untuk meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum dan perlindungan terhadap hak-hak korban," jelas Bambang. Sedang menurut Dubes Australia Bill Farmer dalam pernyataan tertulisnya menyatakan ARTIP telah diluncurkan pada Agustus 2006 lalu dan pemerintahnya menyiapkan dana senilai 21 juta dolar Australia untuk memerangi perdagangan manusia di kawasan Asia. "Proyek ini memberikan bantuan berupa saran maupun teknis kepada para hakim, pembuat kebijakan, dan satuan tugas polisi di Indonesia," jelas Farmer. Sementara itu perwakilan AUSAID kebijakan Australia ini terkait dengan kebijakan dan strategi kewilayahan. "Sebagaimana diketahui setidaknya 800 ribu manusia diperdagangkan di lintas batas internasional. Dan kemungkinan jumlahnya bisa lebih tinggi lagi," jelas Andrew. Menurutnya kebanyakan korbannya adalah perempuan dan anak-anak, bahkan kini pemuda dan anak laki-laki pun tidak luput dari masalah ini. "Perdagangan manusia sampai saat ini tetap menjadi salah satu kejahatan terhadap pelanggaran HAM. Dan Indonesia juga mengalami masalah perdagangan manusia yang signifikan, juga kita semua mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara asal transit dan tujuan bagi para korban perdagangan manusia," urai Andrew. (ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads