Ada Kejanggalan di Telapak Tangan Luci, Psikotropika Nol
Senin, 27 Agu 2007 14:02 WIB
Jakarta - Selain luka-luka akibat jatuh dari ketinggian, hasil otopsi jenazah Luciana Loliana yang terjun dari lantai 35 Apartemen Ambasador menunjukkan adanya luka yang tidak lazim pada telapak tangan kanan jasad. "Ada kejanggalan yaitu pada telapak tangan sebelah kanan. Ditemukan luka tidak lazim jatuh dari ketinggian," kata Ketua Tim Forensik RSCM Abdul Mun'im Idris di kamar jenazah RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2007).Namun demikian Mun'im menolak membeberkan luka tidak lazim itu. "Wah itu polisi saja," elaknya.Sesuai ilmu kedokteran, kata dia, luka-luka yang dialami Luci dan buah hatinya, Immanuel Segausa (2) polanya sesuai dengan orang jatuh dari ketinggian."Ciri-ciri luka kepala hancur, seluruh badan hancur, tulang-tulang patah. Paling parah ada pada kepala, tengkorak hancur, syaraf otak hilang, hati dan paru-paru juga hancur. Luka jatuh badan sebelah kiri," terang Mun'im.Psikotropika NihilTidak ada tanda-tanda zat psikotropika yang digunakan Luci sebelum jatuh dari lantai 35 Apartemen Ambasador."Kalau psikotropika hasilnya nggak ada, negatif. Kami sudah memeriksa semua cairan dan tidak ditemukan tanda-tanda psikotropika," kata Mun'im.Jenazah Luci dan Immanuel telah diformalin. "Kita tunggu keluarganya datang," ujarnya.
(aan/nrl)











































