Bripda Fera Tertembak, Ada Asrama Kok Ngontrak Rumah
Senin, 27 Agu 2007 12:00 WIB
Semarang - Sejumlah warga di lokasi tertembaknya Bripda Fera Bahara Nur (23) bertanya-tanya kenapa polisi mengontrak rumah kalau sudah punya asrama. Para polisi pengontrak rumah itu jarang bergaul dengan warga. "Setahu saya, Asrama Polisi Gisikdrono (Semarang) kan ada yang kosong ya, Mas. Kok mereka mengontrak rumah di sini, buat apa?" kata seorang warga, Heru kepada detikcom, Senin (27/8/2007). "Ya mungkin mereka butuh tempat untuk bersenang-senang. Meski padat penduduk, di sini kan agak sepi," celetuk warga Totok sambil tersenyum.Ketika detikcom hendak mengonfirmasi kejelasan kontrakan yang beralamat di Jalan Borobudur XIV Rt 09/ RW IX Kel. Kembang Arum, Semarang Barat itu, warga mengatakan, Ketua RT tengah bertugas ke Solo. Sedangkan Sekretaris RT juga tak berada di rumah. Heru dan Totok mengatakan rumah milik Suyati itu dikontrak tiga personel Brimob Simongan Semarang, yakni Bripda Asep Deny, Bripda Susanto, dan Bripda Mustaqiem. Nama terakhir disebut-sebut sebagai orang yang sering berada di kontrakan, meski tak pernah lama. "Mereka sering terlihat pas bareng sama pacarnya. Kami tidak tahu apa yang mereka lakukan, karena mereka memang jarang berkumpul," kata Totok yang diiyakan Heru.Bripda Fera sering mengunjungi kontrakan yang kondisinya agak kacau itu. Biasanya, usai bertugas, perempuan berambut lurus itu datang. Meski tak ada orang, Bripda Fera bisa masuk karena kunci rumah ditaruh di atas atau bawah pintu. "Tapi sekarang, pintunya dikunci dengan gembok. Pengontrak rumah pun tak bisa masuk. Bripda Mustaqiem sempat masuk setelah kejadian. Sekarang entah kemana semua pengontrak itu," kata Totok.
(try/asy)











































