Warga Yakin Tertembaknya Bripda Fera Murni Kecelakaan
Senin, 27 Agu 2007 11:51 WIB
Semarang - Pada saat letusan pistol terjadi, situasi tengah sepi. Warga yakin Bripda Fera Bahara Nur (23), staf Pelatih dan Pengajar Akpol Semarang tertembak karena kecelakaan. "Pada saat kejadian, tidak ada siapa-siapa kok, Mas. Yang ada di rumah ya cuma Polwan itu. Sepertinya memang kecelakaan," kata warga yang tinggal persis di depan lokasi kejadian, Totok kepada detikcom, Senin (27/8/2007). Totok menambahkan, warga tak melihat ada orang lain usai terdengar suara tembakan kecuali Bripda Fera seorang. Kalau Bripda Fera ditembak, tentu warga langsung tahu pelakunya. "Coba dilihat saja Mas, kalau ada yang nembak, paling orang itu lari ke arah sana dan sini. Lari lewat belakang tidak mungkin, karena rumah itu tidak punya pintu belakang," jelas Totok meyakinkan. Lelaki bertubuh gempal itu menyatakan, kemungkinan Bripda Fera bunuh diri juga kecil. Sebab, saat terdengar letusan senjata, Bripda Fera tidak mungkin berteriak minta tolong. Saat kejadian, Totok mengaku tak berada di rumah. Namun dari orang-orang yang menolong Bripda Fera dan keluarganya, ia yakin kejadian itu memang murni kecelakaan. "Hanya, saya tidak tahu bagaimana senjata itu bisa meletus tanpa ditarik pemicunya," ungkapnya. Warga mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Sebab, pada saat kejadian, warga tengah istirahat. Letusan senjata membuat warga di pemukiman padat penduduk itu berhamburan menuju lokasi.
(try/asy)











































