Peluru di Perut Bripda Fera Berhasil Diangkat
Senin, 27 Agu 2007 11:06 WIB
Semarang - Staf Pelatih dan Pengajar Akpol yang tertembak di kontrakan pacarnya, Bripda Fera Bahara Nur (bukan Vera Baranur), sukses menjalani operasi. Peluru yang bersarang di perutnya telah diangkat. Kepastian suksesnya operasi itu disampaikan Humas RS Kariadi Semarang M. Alfan melalui SMS, Senin (27/8/2007). Dalam SMS-nya, Alfan mengatakan peluru berhasil diangkat sekitar pukul 21.23 WIB, Minggu (27/8).Ketika dikonfirmasi melalui ponsel, Alfan menambahkan, operasi pengangkatan peluru itu berjalan cukup lama, mulai pukul 18.00 hingga 21.30 WIB. "Hanya satu peluru," kata dia kepada detikcom ketika ditanya jumlah peluru di perut kiri Bripda Fera. Alfan mengatakan, usai dioperasi di Ruang Bedah Sentral, Bripda Fera dipindah ke Ruang ICU. Saat ini, Polwan berusia 23 tahun itu tengah menjalani pemulihan kondisi dengan penjagaan ketat aparat. Alfan yang mengaku tengah menjalankan tugas ke Jakarta itu tak bisa memastikan kapan Bripda Fera bisa sembuh total. "Itu nanti tim medis saja yang menjawab. Kalau tidak ada infeksi, mungkin proses penyembuhannya bisa lebih cepat," jelasnya. Bripda Fera tertembak senjata rakitan milik Bripda Asep Deny (bukan Asep Dani) sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu (25/8) lalu. Operasi pengangkatan peluru tertunda hampir dua hari, karena kondisi Bripda Fera kritis. Tim medis berani mengoperasi setelah kondisi Bripda Fera cukup baik.
(try/asy)











































