Warga Kolong Tol Terpecah, Mayoritas Terus Melawan
Senin, 27 Agu 2007 09:13 WIB
Jakarta - Meski deadline pengosongan kolong tol tinggal menghitung hari, ribuan warga di kolong tol Tanjung Priok, hingga pukul 09.00 WIB tetap bertahan. Mereka terus melakukan perlawanan.Salah satunya dengan menggelar aksi demo di depan kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Senin (27/8/2007) pagi ini.Demo akan diikuti ratusan orang yang menolak penggusuran, termasuk pindah ke rusun Marunda yang kondisinya masih setengah jadi."Memang sebagian kecil warga mulai terpecah, mereka bersedia pindah ke rusun, tapi sebagian besar warga masih bertahan. Mereka masih akan terus melakukan perlawanan," kata Ketua Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz yang mendampingi warga kolong tol Tanjung Priok. Menurut Wardah, warga berkeinginan hunian mereka digeser ke lahan kosong yang berada di daerah milik jalan. Lokasi lahan ini berada di samping tol. "Pemerintah nantinya kan bisa menata hunian mereka lebih baik dan rapi. Selama ini lahan itu kan juga digunakan untuk keperluan lain, seperti pasar tradisional, tempat tinggal. Jadi kenapa nggak digeser ke sana atau rusun di sekitar situ agar mereka dekat dengan tempat kerja," ujar Wardah.Namun diakui Wardah, sebagian warga sudah ada yang mulai berkemas-kemas karena takut dengan intimidasi lewat surat perintah bongkar yang terus meneror mereka. Akibatnya, sikap sebagian warga sudah mulai goyah."Tapi ini sebagian kecil saja, seperti di sekitar Rawa Bebek, 2/3 dari warga masih bertahan tapi 1/3 lagi bersedia dipindahkan ke rusun, atau mendapat iming-iming Rp 1 juta," ujarnya.Wardah yakin warga akan mempertahankan hunian mereka, meski hari H penggusuran masih simpang siur."Foke (Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo) bilang tanggal 31 Agustus. Tapi walikota (Walikota Jakut Effendi Anas) memberi waktu 3x24 jam. Itu jatuhnya antara tanggal 28 atau 29 Agustus," kata Wardah.
(umi/nrl)











































