Menikah dengan Orang Asing Bisa Timbulkan Depresi
Senin, 27 Agu 2007 08:35 WIB
Jakarta - Cinta tidak memandang usia dan segala perbedaan. Kewarganegaraan maupun budaya yang berbeda pun kerap tak menjadi halangan pasangan yang akan melaju ke pelaminan.Hidup memang penuh risiko. Termasuk juga pernikahan dengan orang asing. Kebiasaan dan kultur berbeda, lama-kelamaan bisa memicu depresi."Memang tidak semua yang menikah dengan bule itu pasti depresi. Tapi ada beberapa pasien saya yang karena menikah dengan bule jadi depresi. Karena itu, menikah dengan orang asing tidak dianjurkan," ujar psikiater Dadang Hawari dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (26/8/2007).Dikatakan dia, karakteristik suami di Indonesia adalah segera pulang ke rumah setelah selesai bekerja. Namun, kebanyakan orang bule punya kebiasaan tidak segera pulang ke rumah. "Jadi kalau telat pulang malah senang. Pada beberapa kasus, hal itu juga terjadi karena si suami workalholic," imbuh Dadang.Kaum hawa lebih rentan terkena depresi. Hal itu dipengaruhi kondisi psikologis dan fisiknya. Karena itu, ada beberapa kasus istri yang nekat bunuh diri. Seperti yang dilakukan Lucia Loliana. Perempuan 35 tahun itu nekat terjun dari lantai 35 Apartemen Ambasador dengan membawa serta anaknya."Kenapa bunuh diri? Karena ada depresi mental. Ada perasaan bersalah, berdosa, tidak berguna, sehingga memilih menghabisi hidupnya," lanjut Dadang.Selain itu, istri bisa bunuh diri karena terjadi kericuhan dalam rumah tangganya. "Apa suami Lucia itu seringkali tidak pulang? Kalau iya, bisa jadi Lucia itu stres. Apalagi kalau misalnya dia itu perempuan yang tidak dinikahi," sambungnya.Padahal, tambahnya, seorang istri mendambakan perlindungan dan kasih sayang suaminya. "Lha kalau tidak pulang-pulang ya istrinya stres. Apalagi kalau tinggal di apartemen," beber Dadang.Apartemen, meski mewah, kadang membuat seseorang seperti hidup di dalam sangkar. Apalagi bila penghuninya minim aktivitas, sehingga minim pula sosialisasinya. "Bisa ada komplikasi kejiwaan karena hidup dalam kesunyian. Istri hidup dalam alienasi dan ini tidak disadari suami," pungkasnya.Lucia nekat terjun dari kamarnya di lantai 35 Apartemen Ambasador dengan membawa serta anaknya, Imanuel (2). Polisi menemukan mayat Lucia dan anaknya di dek lantai 9 gedung. Kepala mereka pecah, sedangkan serpihan daging dan darah berceceran hingga jarak 15 meter.
(nvt/sss)











































