40 Kabupaten Tertinggal Beres Tahun 2009

40 Kabupaten Tertinggal Beres Tahun 2009

- detikNews
Minggu, 26 Agu 2007 21:16 WIB
Mataram - Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) menargetkan 40 kabupaten tertinggal di Indonesia terbebas dari ketertinggalannya pada 2009. Untuk itu dikembangkanlah regional manajemen."Targetnya kita sudah bisa keluarkan 40 kabupaten tertinggal menjadi tidak tertinggal," ujar Meneg PDT Lukman Edi.Hal itu disampaikan dia di pendopo kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, NTB, saat melakukan kunjungan kerja ke provinsi itu, Sabtu (25/8/2007).Edi menjelaskan, regional manajemen adalah penggabungan beberapa kabupaten tertinggal ke dalam satu regional tertentu dalam rangka koordinasi. Syaratnya, kabupaten-kabupaten tersebut mempunyai karakter yang sama serta saling menunjang. Potensi kabupaten yang berbeda tidakmenjadi soal."Ini bisa lintas provinsi. Seperti Teluk Bone itu dua provinsi yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Di situ ada sekitar 11 kabupaten," imbuh Edi.Menurut mantan Sekjen DPP PKB itu, koordinasi memang menjadi masalah yang pelik dalam upaya mengentaskan daerah tertinggal, yang jumlahnya saat ini mencapai 199 kabupaten. Regional manajemen dimaksudkan untuk memperpendek koordinasi tersebut."Kalau harus intervensi terhadap 199 kabupaten itu satu-persatu memang berat dan besar sekali," imbuhnya.Edi mengatakan, NTB adalah provinsi pertama yang dipakai untuk menjajal model yang tergolong baru itu. Di provinsi bagian timur Indonesia itu, 7 dari 9 kabupatennya masuk kategori tertinggal. Apabila berhasil, maka akan dijadikan pola untuk menata pembangunan daerah tertinggal wilayah lainnya."NTB ini paling pertama kita siapkan desain tentang regional manajemennya. Maka ingin kita lihat ini kira-kira lembaga ini efektif nggak. Kalau efektif dan bisa kita optimalkan sebaik mungkin, maka akan kita jadikan model koordinasi kita," ujarnya.Untuk 199 kabupaten, lanjut Edi, akan dikelompokkan menjadi 10-15 regional manajemen. Ukuran keberhasilan akan dilihat dari Rencana Aksi Nasional (RAN) dan sejauh-mana investor berminat menanamkan modalnya di daerah tertinggal."Saya bilang kepada biro perencanaan saya, coba didesain dari Sabang ke Merauke, misalkan 10-15 regional," pungkas Edi. (irw/nvt)


Berita Terkait