Kasus Penculikan Raisah
Sarita Dibohongi Yogi, Belum Pernah Bertemu Mertua
Minggu, 26 Agu 2007 20:04 WIB
Jakarta - Meski sudah dinikahi Yogi Permana sejak Januari 2007 lalu, namun Sarita Anggraeni belum pernah bertemu mertuanya. Sarita mengaku dibohongi dan ditelantarkan. Namun, dia tidak bisa berbuat lebih, selain mempertahankan pernikahannya dengan Yogi. Sejak awal, Yogi sudah berbohong karena mengaku bujangan. Namun, Sarita baru sadar setelah pernikahan itu terjadi. Sarita merasa tidak masalah, tatkala istri pertama Yogi, Maryam, juga membolehkan Yogi menikahi Sarita. Namun, lambat laun kebohongan Yogi lainnya juga terbongkar. "Sarita sering mengeluh kepada istri saya bahwa Yogi itu pembohong. Saat ini Yogi terlilit utang Rp 200 juta," kata pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah Tasikmalaya, H Maman saat dihubungi detikcom, Minggu (26/8/2007). Sarita juga pernah diingatkan Maryam, istri pertama Yogi Permana. "Maryam pernah menelepon Sarita, meminta untuk berhati-hati. Sebab, suami mereka sudah berbuat keliru terlilit utang," ujar Maman. Maryam, sesuai cerita Sarita, juga menyadarkan Sarita bahwa Yogi berbohong mengenai ayah kandungnya. "Mertua kita itu orang biasa, bukan direktur perusahaan," kata Maman menirukan pengakuan Sarita. Selama ini, lanjut Maman, Sarita memang belum pernah dipertemukan dengan mertuanya. Entah, apa alasannya. Yang jelas, kata Maman, selama ini Sarita mengeluh tentang kehidupannya. "Selama menikah, suaminya tidak pernah membelikan Sarita setengah lusin gelas pun. Makan juga nasi bungkus. Sarita tidak bisa apa-apa, karena sudah terlanjur menikah, dan bahkan sudah hamil. Ya bertahan saja," ujar Maman. Karena itulah, Sarita berterima kasih ketika bertemu tante Raisah di tempat pengajian. Tante Raisah sering mengirim makanan, karena kasihan. Karena itu, wajar bila kemudian tante Raisah marah kepada Sarita ketika tahu pelaku penculikan tersebut adalah Yogi. "Ibaratnya, Sarita ini sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dia anak yatim piatu, tidak punya saudara. Dulu sewaktu masih ikut pengajian di pondok kami, kami yang membantu dia. Kasihan dia," ujar Maman.
(asy/nvt)











































