Penculikan Raisah Semakin Jauh dari Isu NII
Minggu, 26 Agu 2007 19:30 WIB
Jakarta - Sempat muncul anggapan bahwa kasus penculikan Raisah Ali (5) oleh Yogi Permana cs dilatarbelakangi kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Yogi guru ngaji, anak-anak SMA 35 juga datang dari kalangan aktivis kerohanian Islam (Rohis). Istri kedua Yogi, Sarita Anggraeni juga bercadar. Tapi, saat ini, isu NII ini semakin jauh. Dilatarbelakangi oleh para pelaku yang memiliki kadar ke-Islaman kuat yang menyebabkan isu NII muncul. Isu diperkuat saat salah seorang tersangka mengaku penculikan ini sebagai tugas negara. Selain itu juga ada cerita bahwa NII juga pernah didoktrinkan di sejumlah murid SMA 35 beberapa waktu lalu. Pertanyaan yang muncul, mengapa orang-orang yang memiliki kadar keagamaan yang kuat kok melakukan penculikan? Tapi, kini isu ini semakin lama semakin luntur. Isu penculikan ini sepertinya lebih dekat kepada tindakan kriminalitas yang dilakukan Yogi. Salah satunya, karena Yogi sering berbohong dan kini terlilit utang Rp 200 juta. Kebohongan Yogi terlihat saat akan menikahi Sarita. Dia mengaku sebagai pengusaha berpenghasilan Rp 10 juta per tahun dan mengaku bujangan. Padahal, Yogi sudah memiliki istri, Maryam, dan dua anak. "Sarita pernah menelepon istri saya bahwa suaminya terlilit utang Rp 200 juta. Bahkan, Sarita juga sering ditelantarkan," kata pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah, H Maman saat dihubungi detikcom, Minggu (26/8/2007). Di rumah H Maman inilah, Sarita ditangkap polisi Jumat (24/8/2007) lalu, saat akan melakukan konsultasi tentang tindakan suaminya yang menculik Raisah Ali. Maman juga membantah bahwa Sarita dan Yogi merupakan aktivitas NII. "Setahu saya tidak. Mereka tidak pernah membicarakan NII. Kalau pun Sarita mengenakan cadar, itu sudah dilakukan lama, saat dia mulai mengaji di tempat saya," kata Maman. Maman juga membantah bahwa pondok pesantrennya juga berafiliasi ke NII. Memang, sejumlah santrinya mengenakan cadar. "Pondok tidak pernah meminta santri mengenakan cadar. Yang kami sampaikan adalah kalau perempuan mampu menutup muka, ya silakan. Kami tidak pernah mendoktrin. Ada juga santri perempuan yang mengenakan celana panjang," jelas Maman.Mengenai Yogi, Maman juga tidak pernah mendengar Sarita cerita bahwa suaminya itu adalah anggota NII. "Dia tidak pernah cerita NII. Malah dia cerita kalau suaminya itu sering meninggalkan dan menelantarkan dirinya," jelas Maman. Sementara itu, isu lain yang beredar bahwa penculikan Raisah ini terkait dengan isu perebutan kekuasaan di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), karena Ali Said, ayah Raisah merupakan salah seorang ketua di organisasi ini. Namun, belum jelas bagaimana jalan ceritanya. Yang jelas, September mendatang, HIPMI akan memilih ketua baru. Belum ada konfirmasi dari HIPMI mengenai isu ini.
(asy/nvt)











































