Warga Kolong Tol Ancam Demo, Walikota Jakut Tetap Ultimatum
Minggu, 26 Agu 2007 15:18 WIB
Jakarta -
Pemerintah Kota Jakarta Utara (Jakut) mengultimatum para penghuni kolong Tol Jembatan Tiga untuk meninggalkan lokasi tersebut hingga Selasa, 28 Agustus 2007. Warga menolak mentah-mentah. Bahkan, mereka berencana melakukan aksi besar-besaran di Kantor Walikota Jakut, Senin, 27 Agustus besok."Silakan saja kalau mau demo. Itu sah-sah saja," ujar Walikota Jakut, Effendi Anas kepada detikcom, Minggu (26/8/2007).Anas menyatakan akan tetap melaksanakan penggusuran sesuai jadwal yang telah direncanakan. "Tanggal 28 batas akhir menempati daerah itu. Sedangkan penertiban akan kita laksanakan pada 29 Agustus hingga 5 September," kata Anas.Anas enggan menyebutkan berapa jumlah personel aparat keamanan yang akan dikerahkan untuk mengantisipasi jika warga tetap nekat tidak mau meninggalkan kolong Tol Jembatan Tiga."Tergantung kondisinya nanti. Pada prinsipnya kita persuasif. Kita nggak mau mengadu warga sendiri. Kita upayakan untuk bertindak sesuai degan jalur hukum," janji Anas.Tawaran warga untuk direlokasi ke tempat yang mereka pilih ditolak mentah-mentah oleh Anas. "Yang mereka minta itu masih masuk daerah yang akan kita tertibkan, dan itu masih dalam pengelolaan pihak manajemen tol," tandasnya.
(anw/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































