Sarita Tidak Ketahui Suaminya Menculik Raisah

Sarita Tidak Ketahui Suaminya Menculik Raisah

- detikNews
Minggu, 26 Agu 2007 14:09 WIB
Jakarta - Sarita Anggraeni mengaku tidak tahu tindakan suaminya, Yogi Permana, yang menculik Raisah Ali (5). Dia baru mengetahui bahwa Yogi adalah penculik Raisah pada Jumat (24/8/2007) pagi. Yogi tidak pernah cerita mengenai penculikan itu kepada Sarita sebelumnya. Pengakuan Sarita ini disampaikan kepada Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah, H Maman, saat dihubungi detikcom, Minggu (26/8/2007). Sarita menceritakan hal ini saat menghubungi dirinya melalui telepon pada Jumat (24/8/2007) lalu, sebelum ditangkap polisi. Sarita juga mengungkap cerita yang sama kepada istri Maman. Menurut Maman, keberadaan Sarita di Tasikmalaya bukanlah untuk melarikan diri. Dia datang ke Tasikmalaya pada Rabu (22/8/2007) lalu, karena nebeng suaminya, Yogi Permana, yang saat itu mengaku sedang punya urusan. "Suaminya punya urusan apa, Sarita tidak tahu. Suaminya hanya mengaku punya urusan penting, urusan bisnis," kata Maman. Tiga hari di Tasikmalaya, Sarita benar-benar shock pada Jumat (24/8/2007) pagi. Saat itu, dia tiba-tiba ditelepon Yogi yang mengaku akan menyerahkan diri ke polisi, karena dialah penculik Raisah. "Jumat itu, dia SMS saya ingin ke rumah saya. Dalam SMS itu, dia kaget karena suaminya ternyata yang menculik Raisah. Dia ingin konsultasi kepada saya," kata Maman. Tak lama kemudian Sarita juga menelepon Maman yang saat itu sedang berada di Cilacap. Dia mengaku benar-benar tidak tahu bahwa suaminya adalah penculik Raisah. "Bahkan, saat berita penculikan itu beredar, Sarita malah meminta suaminya untuk ikut mendoakan agar Raisah bisa kembali kepada orangtuanya," kata dia. Permintaan Sarita kepada suaminya agar mendoakan Raisah wajar terjadi. Sebab, Sarita merupakan guru mengaji tante (Bu Lik/bibi) Raisah. "Makanya, begitu tahu bahwa penculik Raisah adalah suaminya, Sarita langsung shock. Tega benar, suaminya berbuat kejam seperti itu," kata Maman. Hubungan Sarita dengan tante Raisah selama ini sangat baik. Bahkan, selama ini tante Raisah juga sering membantu Sarita, termasuk sering mengirimkan makanan. Karena itu, saat mendengar Raisah diculik, Sarita terus berdoa setiap usai salat agar penculik mau membebaskan Raisah. "Tak tahunya malah yang menculik suami Sarita. Wajar kalau Sarita shock," kata dia. Maman yakin bahwa Sarita tidak terlibat dalam tindakan busuk suaminya itu. Maman sudah mengenal Sarita karena sudah lama ikut pengajian di pondok pesantrennya. Sebab, selama ini, Sarita punya akhlak yang baik. "Saya meminta kepada polisi bila memang Sarita benar-benar tak terlibat, maka segera Sarita dikembalikan ke Tasikmalaya, atau ke mana. Yang saya tahu, Sarita itu yatim piatu, sudah tidak punya saudara," pinta Maman. Hingga saat ini, Sarita yang mengenakan busana muslim dan bercadar ini masih diperiksa intensif polisi di Mapolda Metro Jaya. Status Sarita saat ini masih sebagai saksi. (asy/aba)


Berita Terkait