Korban ke-3, Suspect Flu Burung di Bali Meninggal Dunia

Korban ke-3, Suspect Flu Burung di Bali Meninggal Dunia

- detikNews
Minggu, 26 Agu 2007 00:38 WIB
Denpasar - Usaha tim dokter tak mampu menolong Ni Ketut Sari Asih (42). Ajal pun menjemput almarhumah yang diduga merupakan suspect flu burung.Ni Ketut meninggal dunia sekitar pukul 22.30 Wita di Ruang Nusa Indah, RS Sanglah, Jl Kartini, Denpasar, Bali, Sabtu (25/8/2008)."Korban dirujuk ke RS Sanglah sekitar pukul 15.00 Wita, 2 hari sebelumnya korban menjalani perawatan di RS Wangaya," kata Ketua Tim penanganan Flu burung Dr Putu Andrika, dalam Jumpa Pers di RS Sanglah, Jl Kartini.Saat itu korban dirawat dengan diagnosa mengalami gejala pneumonia. Karena semakin parah, akhirnya korban dirujuk ke RS Sanglah."Korban dirujuk dengan kondisi yang sudah akut, sebelumnya korban mengalami peradangan paru-paru yang semakin memburuk, kemudian kadar leukosit dan trombosit menurun drastis. Dengan kondisi itu korban mengalami guncangan tubuh dan gagal nafas," jelas Andrika.Ni Ketut meninggal dengan diagnosa suspect flu burung, namun sampai saat ini pihak keluarga belum bisa memastikan apakah korban pernah melakukan kontak dengan unggas."Kita juga belum mengkonfirmasi apakah di sekitar tempat tinggalnya ada unggas atau tidak," tutur Andrika.Hasil rapid tes menunjukkan tanda negatif, tapi dari ciri gejala dan sakit yang dialami korban sama persis dengan 2 korban terdahulu yang meninggal akibat flu burung yakni terjadi peradangan paru.Jenazah korban pun mendapat perlakukan sama dengan suspect flu burung lainnya, ditutup kain dan kemudian ditutup peti. Keluarga juga telah membawa jenazah ke tempat kediaman di Jl Yudistira, Denpasar.Atas kejadian ini menurut Kepala Sub dinas Kepala Penyehatan Lingkutan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr Ketut Subrata, pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan observasi di tempat tinggal korban dan sekitarnya. "Observasi dilakukan 10 hari, untuk mengetahui apakah dilokasi tempat tinggal korban dan sekitarnya ditemukan virus flu burung atau tidak, termasuk ditemukan adanya ayam yang meninggal mendadak atau tidak," jelas Subrata. (ndr/)


Berita Terkait