Ismoyo Menggugat Digelar di DPR
Sabtu, 25 Agu 2007 23:59 WIB
Jakarta - Pagelaran wayang kulit untuk kesekian kalinya digelar di DPR. Kali ini lakon yang diangkat berjudul 'Ismoyo Maneges' atau Ismoyo Menggugat. Cerita ini tentang bagaimana Ismoyo atau yang dikenal dengan nama Semar berjuang untuk rakyatnya.Acara wayang kulit semalam suntuk dengan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono ini diadakan di lapangan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8/2007).Ada pun sinopsis dari wayang ini yakni suatu saat Semar merasa sedih karena melihat kondisi bangsanya yang terkena bencana, wabah penyakit, perkelahian, dan KKN. Melihat keadaan bangsanya, Semar lalu berangkat ke Astina menemui pemimpin negerinya. Semar datang untuk mengingatkan para pandawa dan kurawa agar tidak berperang, menggunakan kekerasan hanya untuk jabatan tapi tidak memikirkan nasib rakyatnya. Sayangnya pendapat Semar tersebut dianggap menghambat cita-cita para pemimpin bangsanya, hingga akhirnya semar pun diusir dari negerinya.Menurut Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjoguritno, pagelaran wayang ini diadakan dalam rangka memperat hubungan antara rakyat dan wakilnya di DPR. "Selain dalam memperingati HUT RI dan DPR, juga dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi guna mendekatkan dan mengakrabkan pimpinan dan rakyatnya," kata pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini dalam sambutannya.Sedang Ketua DPR Agung Laksono menegaskan, selain memperingati HUT RI pagelaran wayang kulit ini menjaga budaya bangsa yang adi luhung dan orisinil di Indonesia."Wayang merupakan maha karya dari leluhur kita yang mencerminkan filosopi bangsa Indonesia, karena itu kita rutin melaksanakan acara ini setiap tahun," tandas Agung.Hadir adalam acara ini pula Wakil Ketua DPR Muhaimain Iskandar, Menaker Trans Erman Suparno, perwakilan para dubes, dan anggota DPR lainnya.Ratusan warga masyarakat pun ikut hadir menikmati acara. Bahkan banyak diantara mereka yang sambil menggelar koran dan tikar.
(ndr/)











































