Pasukan Asing Ditolak Terlibat Langsung Amankan Selat Malaka

Pasukan Asing Ditolak Terlibat Langsung Amankan Selat Malaka

- detikNews
Sabtu, 25 Agu 2007 17:33 WIB
Denpasar - Pengamanan Selat Malaka tetap menjadi tanggungjawab tiga negara kawasan, Indonesia , Malaysia dan Singapura. Indonesia menolak keterlibatan langsung tentara asing dalam pengamanan Selat Malaka. Demikian disampaikan Direktur kerjasama Internasional Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri Indonesia Ibnu Hadi dalam jumpa pers Diskusi Antar Negara Forum Regional Asean tentang Isu Keamanan Maritim di Sanur Bali, Sabtu (25/08/2007).Ibnu Hadi mengatakan negara yang ingin terlibat dalam pengamanan Selat Malaka harus melakukan kerjasama bilateral dengan salah satu negara di kawasan Selat Malaka. Negara yang ingin berperan diminta memberikan bantuan peralatan pengamanan dan pelatihan. "Kita dibantu peningkatan kapasitas, tetapi tetap keputusan finalnya ada di kita, kan kita negara yang berdaulat dan akhirnya merupakan negara kedaulatan. Istilahnya biar miskin kita jangan diperkosa, sudah miskin masak diperkosa. Biar miskin tetapi keputusanya kita yang pegang keputusan," katanya.Dalam forum itu, wakil Pemerintah Cina menyatakan menghomati sikap Indonesia ini. Sebab prinsip yang sama juga diterapkan negeri tirai bambu itu ketika bekerjasama dengan negara lain."salah satu prinsip kami, adalah bahwa kewenangan perbatasan terkait selat malaka menjadi kewenangan negara di daerah itu, Hal itu sepenuhnya harus dihormati," kata Direktur Urusan Asia, Kementerian Luar Negeri Cina Yu Hong.Diskusi Antar Negara Forum Regional Asean ini diikuti 27 negara seperti India, Australia, Amerika, Thailand, Malaysia, Singapura dan Cina, Indonesia. Diskusi ini juga membahas ancaman keamanan laut, tidak saja masalah terorisme, melainkan perlindungan lingkungan dan penangkapan ikan ilegal. (gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads