Alumni Rohis SMAN 35 Bantah Ada Doktrin Jihad
Sabtu, 25 Agu 2007 16:07 WIB
Jakarta - Alumni eskul Kerohanian Islam (Rohis) SMAN 35 angkatan 1999 yang merupakan teman-teman Anggana, memastikan tidak ada doktrin dalam eskul mereka. Anggana dan Yogi Permana dinilai menculik Raisyah karena masalah pribadi.Sejumlah alumni Rohis SMAN 35 sengaja datang ke almamater mereka, Jl Mutiara Karet Tengsin, Jakarta, Sabtu (25/8/2007). Mereka bertemu sejumlah guru dan mencari kabar seputar penculikan Raisyah."Bisa saya pastikan rohis pada zaman saya dan sekarang tidak ada doktrin-doktrin yang mengarah ke jihad," kata Mali (26), seorang alumni dan sahabat dekat Anggana.Menurut Mali, penculikan Raisyah dinilai murni permasalahan pribadi dan kebetulan pelakunya anak rohis. Mali menyayangkan pemberitaan media yang menyudutkan kegiatan rohis."Jujur, sebagai anggota rohis saya kecewa dengan media yang menyudutkan rohis. Menempatkan rohis sebagai doktrin jihad, itu tidak ada di rohis kami," ungkap Mali.Mali mengomentari berita mengenai temuan puisi bertema jihad berjudul Bingkai Kehidupan di buku milik Firmando Azizkyu, siswa SMAN 35 yang terlibat penculikan Raisyah. Menurut Mali itu hanya sekadar lirik lagu nasyid dari grup Shotul Harakah."Rohis itu kan sering menyanyikan nasyid, itu wajar. Di Rohis kita sering ada acara taklim, mengaji dan menyanyikan nasyid," pungkasnya.
(fay/aan)











































