Jembatan Teksas UI, Penghubung Hard dan Soft Science
Sabtu, 25 Agu 2007 08:18 WIB
Depok - Sebuah jembatan megah berdiri melintang diatas Danau Mahoni Universitas Indonesia (UI). Jembatan baru yang menjadi kebanggan UI itu dibangun selama 4 bulan dengan menghabiskan biaya Rp 4 miliar. Jembatan ini menghubungkan dua fakultas, yaitu Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), yang dulu bernama Fakultas Sastra. Karena menghubungkan dua fakultas tersebut, jembatan ini disebut Jembatan Teksas (Teknik-Sastra).Jembatan yang memiliki panjang 80 meter ini, mempunyai desain yang unik dan filosofis. Jembatan teksas sengaja dibuat berbentuk lengkungan, dengan kombinasi 7 box segmen baja dan sekitar 30 atap sunroof berbentuk riak gelombang yang seluruhnya menggunakan material baja tahan karat cuaca (BTKC) produksi PT Krakatau Steel (KS).Kedua ujung jembatan tersebut disangga dua pilar dengan bentuk yang berbeda. Disisi Timur, pilon berwarna kuning dengan bentuk pinggul setinggi 15 meter. Pilon ini disebut pilon Yoni, berbatasan dengan FIB.Sedangkan disisi satunya, pilon kuning dengan betuk layar setinggi 25 meter. Pilon ini disebut Lingga.Ketua Departemen Teknik Sipil FT UI, Prof.Dr.Irwan Katili menjelaskan, desain Jembatan Teksas UI ini mempunyai makna filosofis yang dalam tentang ilmu pengetahuan."Desain jembatan ini dibuat dengan makna filosofis tentunya," ujar Irwan kepada detikcom di kantornya, FTUI, Depok, Jawa Barat, Jumat (24/8/2007).Irwan menjelaskan, atap sunroof yang berbentuk riak gelombang berwarna biru menggambarkan dalamnya lautan ilmu pengetahuan. Pilon Lingga berbentuk layar menggambarkan sisi maskulin dari FT dengan sifat ipteknya yang hard science sedangkan pilon Yoni berbentuk pinggul yang menggambarkan sisi feminin FIB dengan sifat ipteknya yang soft science. Sementara pemilihan warna merah dan hitam, lanjut Irwan, merupakan warna khas PT KS, dan kuning warna khas UI."Karena dulu, di FT kebanyakan mahasiswa. Sedangkan di FIB kebanyakan mahasiswi. Jadi kami menggagas pilon Lingga-Yoni denga sifat bentuknya masing-masing. Jembatan ini juga simbol menghubungkan hard science dan soft science ilmu pengetahuan," jelas Irwan.Irwan juga menjelaskan, jembatan yang merupakan hibah dari PT KS sepenuhnya ini, memiliki keunikan lain. Keunikan yang dimaksud Irwan adalah jembatan tersebut terdiri dari struktur 7 box segmen yang disatukan. Ketujuh segmen tersebut tepat tersambung pada 7 Juli 2007 (7/7/7) pukul 07.00 WIB."Kami sejak awal memang sengaja mentargetkan jembatan dengan 7 box segmen itu dapat terbangun tepat 7/7/7 pukul 07.00 WIB," tuturnya sambil tertawa.Dengan struktur dan desain demikian, Irwan meyakini jika jembatan Teksas dapat bertahan hingga 100 tahun ke depan. "Ya, kecuali kalau ada gempa," imbuhnya.Jika di malam hari, akan tampak keindahan dari jembatan megah tersebut karena kilauan cahaya yang terpancar dari jembatan. Ditambah dengan pantulan sinar dari danau yang mengalir dibawahnya.Jembatan teksas dihiasi dengan 28 buah lampu yang terpasang berjejer di atas dan bawah. Lampu-lampu itu didesain menyala otomatis di malam hari jika ada yang melintas di jembatan.Enam buah lampu berdaya 200 watt dan empat lampu berdaya 1.000 watt juga terpasang disisi-sisi kedua ujung jembatan. Semakin menambah cantik jembatan itu di malam hari.Belum lagi 10 buah lampu taman yang terpasang seimbang di sepanjang taman kedua sisi Danau Mahoni. Lampu-lampu taman itu akan menerangi shelter mini yang disediakan di sepanjang taman di malam hari.Pantauan detikcom, meski pembangunan jembatan dan tamannya tersebut masih dalam tahap perampungan, sejumlah mahasiswa terlihat asik berfoto. Meskipun belum ramai yang menggunakan jembatan tersebut.Karena dengan desain demikian, jembatan warna-warni itu tidak saja berfungsi menghubungkan sejumlah fakultas yang saling berjauhan, tapi juga sarana untuk rekreasi mahasiswa. Apalagi di sore hari."Wah,mendukung banget. Soalnya mempermudah akses. Karena saya jadi nggak perlu berjalan jauh untuk ke perpustakaan. Cukup dekat pakai jembatan," ujar Miftah (22), mahasiswa semester akhir Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP UI saat sedang asyik mengobrol berdua dengan teman mahasiswinya.Ungkapan senada juga dikatakan Nurgi (19), mahasiswi Semester III MIPA UI, yang mengaku gembira dengan adanya jembatan dan taman Teksas."Aku senang banget, tamannya jadi tempat alternatif untuk diskusi dan jalan-jalan. Kita juga bisa foto-foto dari atas jembatan, karena pemandangan danaunya indah banget," tutur Nurgi.
(rmd/bal)











































