Pansel Minta Calon Anggota KPU Jawab Tudingan Miring
Jumat, 24 Agu 2007 20:51 WIB
Jakarta - Proses seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahap wawancara dituding hanya menghamburkan uang dengan jalan-jalan. Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota KPU justru melempar klarifikasi tudingan itu kepada 45 calon anggota yang diseleksinya. Kesan Pansel Calon Anggota KPU melempar masalah ini terlihat ketika panitia hendak mengklarifikasi persoalan berita yang muncul belakangan tentang proses seleksi yang banyak dikritik masyarakat di Sekretariat Pansel Calon Anggota KPU di Gedung Juang, Jl Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2007) malam ini.Acara ini dihadiri sejumlah anggota Pansel KPU yang diketuai oleh Ridlwan Nadzir dan 45 calon anggota KPU yang menjadi peserta dalam tahap wawancara akhir dalam seleksi tersebut. Ketika ditanya soal berita tersebut, Ridlwan mengelak menjawabnya dan meminta wartawan untuk bertanya langsung kepada para calon.Sejumlah calon anggota KPU menyatakan bahwa kunjungan yang dilakukan ke sejumlah tempat, seperti tempat wisata, museum, pasar, dan bertemu masyarakat merupakan upaya untuk memahami persoalan yang akan dihadapi mereka. Misalnya, soal pemahaman soal nasionalisme, integritas, dan soal moral mereka."Ini metode pertama yang dilakukan kepada calon pejabat, kita diuji soal mental, moral, integritas dan nasionalisme terhadap NKRI," kata calon anggota KPU Elviani Elgafar, yang juga menjabat sebagai anggota KPUD Kalimantan Timur ini.Untuk itu, menurut Elviani, para calon diajak Pansel untuk mengunjungi tempat tersebut. Termasuk mengunjungi Islamic Center guna menguji relijius basic calon anggota KPU."Ini yang digali dari para calon. Ini sangat penting, bila moral dan mental kita kuat, kita akan mampu hadapi masalah ketika kita menjalankan tugas," tandasnya.Sementara calon lainnya, Ridwan Max Sijabat mengatakan dari segi waktu pelaksanaan tahapan seleksi sudah sesuai dengan UU. Namun dari sisi substansi tahapan seleksi, sesuai Pasal 11 UU No 22 Tahun 2007 memang ada tuntutan calon anggota harus punya integritas dan pribadi yang kuat, jujur dan adil."Untuk itu tidak cukup hanya melalui psikotes, tapi dilihat dari pelaksanaan selama empat hari mengunjungi berbagai tempat untuk mengetahui berbagai persoalan yang nantinya kita hadapi," jelas Ridwan yang saat initercatat sebagai wartawan the Jakarta Post ini.Menurut dia, cara seperti ini sangat memuaskan para calon dan cukup objektif untuk membentuk pribadi yang diharapkan akan mengurusi penyelenggaraan pemilu. "Kita didrill (perdalam) untuk memahami persoalan yang akan muncul, ini sangat menarik dan membantu kita. Tapi waktunya kurang agar lebih terampil dan lebih siap saat kita jadi anggota KPU, dan juga soal ketahanan fisik diuji juga," imbuh Ridwan.Namun dalam tanya jawab, ada seorang calon mengintrupsi Pansel yang dianggap membiarkan mereka seperti diuji oleh wartawan yang hadir. Pansel KPU sendiri hingga saat ini belum memutuskan siapa saja calon anggota KPU yang lolos dalam seleksi ini.
(zal/asy)











































