Ideologi Parpol: Sosialisme atau Liberalisme

Ideologi Parpol: Sosialisme atau Liberalisme

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 19:21 WIB
Jakarta - Di masa mendatang, sistem politik akan terus berkembang cepat, termasuk perkembangan dari calon independen ataupun perubahan UU Parpol yang masih digodok DPR. Selain harus mengikuti perubahan itu, parpol ditantang untuk dapat memilih ideologi tanpa harus lagi malu-malu. Ideologi itu, yakni sosialisme atau liberalisme. Pandangan itu disampaikan oleh pengamat politik Indra J. Piliang dalam diskusi 'Prospek Demokrasi dan Partai Politik dalam Kerangka UU Parpol dan UU Pemilu' di Hotel Ibis Slipi, Jakarta, Jumat (24/8/2007). Acara ini digelar dalam rangkaian Rakornas PP Partai Matahari Bangsa (PMB). "Tak ada lagi nasionalisme relijius atau apa pun. Itu bukan pilihan yang baik, itu bentuk keragu-raguan," kata Indra. Keberanian memilih itu akan membantu gerak partai politik dalam bekerja untuk rakyat. Keberpihakan menjadi kentara tanpa harus malu-malu. "Pilihan itu sudah semestinya. Trend sistem politik yang berubah di sini mengharuskan untuk itu. Itu kalau partai ingin eksis. Sehingga jelas partai akan bekerja seperti apa. Ini tantangan bagi parpol," tegasnya.Ia melihat, sejauh ini parpol di Indonesia masih belum bisa memilih, sehingga semua ingin diraih. "Seperti Nasionalisme Relijius, itu bukan ideologi. Nasionalisme hanya produk Eropa abad ke-16," ucap dia. (Ari/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads