Keluarga TKI Korban Penyiksaan di Arab Ngadu ke Gus Dur
Jumat, 24 Agu 2007 18:48 WIB
Jakarta -
Nasib TKI yang dianiaya majikannya di Arab Saudi belum jelas. Berbagai cara dilakukan keluarga korban untuk mengetahui nasib mereka.Demonstrasi yang dilakukan keluarga korban ke Kedubes Arab Saudi tidak mendapat tanggapan. Mereka pun lantas mengadu ke Wapres Republik Mimpi Jarwo Kuat. Tak berhenti sampai di situ, keluarga korban kemudian mengadu ke mantan Presiden Gus Dur.Seluruh keluarga korban mengaku tidak akan memberikan maaf kepada si penganiaya. Mereka meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya.Seperti yang disampaikan suami Tari binti Tarsim, Deden Eka Sunandar. Dia masih bingung memikirkan nasib istrinya sekarang. Maklum, Tari dikabarkan 'diculik' polisi Arab Saudi."Saya minta agar kasus itu cepat selesai, sehingga dia (Tari) cepat kembali ke Indonesia," curhat Deden.Pengaduan juga dilakukan Caromi yang merupakan kakak kandung TKI naas lainnya, Rumini. "Saya ingin adik saya cepat dipulangkan, apapun keadaannya," kata dia dengan mata merah.Menanggapi aduan-aduan ini, mantan orang nomor satu RI ini mengaku kesulitan menyelesaikan kasus tersebut. Hal itu dikarenakan Indonesia tidak berani meminta Arab Saudi bersikap tegas terhadap pelaku.Selain itu pandangan masyarakat Arab yang memandang rendah masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga. "Mereka (TKW) selalu dicekoki bahwa masyarakat Arab paling bagus, lalu Islam yang paling benar. Akses lewat pendekatan ulama pun susah," cetus Gus Dur.Keluarga korban yang didampingi artis Rieke Diah Pitaloka dan beberapa LSM yang peduli masalah TKI dan perempuan menuntut Deplu memanggil Dubes Indonesia di Arab Saudi. Dubes RI diminta bertanggung jawab secara penuh untuk menuntaskan kasus tersebut."Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dan Depnakertrans RI harus mengusut dan menindak tegas Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) yang memberangkatkan TKW tersebut," kata Rieke.4 TKI yang mengalami nasib naas di Negeri Gurun itu adalah Siti Tarwiyah, Susmiyati, Ruminih, dan Tari. Mereka bekerja di tempat yang sama dengan majikan yang sama pula. Akibat penyiksaan dari majikannya, Siti Tarwiyah dan Susmiyati tewas. Sedangkan Ruminih dna Tari harus mendapat perawatan intensif di RS. Namun saat di RS, Tari 'diculik' polisi Arab Saudi.
(nvt/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































