Deplu: Memang Berapa Kali Dulmatin Tewas?
Jumat, 24 Agu 2007 14:43 WIB
Jakarta - Berita yang menyebutkan Dulmatin sudah tewas di Filipina dianggap Deplu masih sumir. Jika benar Dilmatin tewas, pemerintah Filipina harus menunjukkan jasadnya.Hal tersebut dikatakan Direktur Perlindungan dan Repatriasi WNI Deplu Teguh Wardoyo ketika dihubungi detikcom, Jumat (24/8/2007)."Memang berapa kali sih Dulmatin tewas? Dulu juga pernah dikabarkan tewas, sekarang dikabarkan tewas lagi. Masuk akal tidak?" cetus Teguh.Jika benar, pemerintah Filipina harusnya memberi tahu secara resmi Konjen RI Filipina di Davao, maupun KBRI Filipina di Manila. Pernyataan itu, imbuh Teguh, juga tidak seharusnya keluar dari militer Filipina."Tunjukkan jasadnya mana? Jangan membuat polemik di media massa. Yang memberi tahu seharusnya kepolisian, karena militer kan bukan penegak hukum," ujar Teguh.Berita-berita sumir ini, lanjut Teguh, diduga dibuat untuk mendiskreditkan Indonesia. Sekarang, Konjen RI maupun KBRI di Filipina sedang mencari kebenaran informasinya.Dulmatin merupakan salah satu teroris buronan Mabes Polri. Pria yang diduga terlibat bom Bali 2002 ini pernah dikabarkan tewas dalam operasi militer di Filipina pada Januari 2005. Agustus 2006, Dulmatin juga dikabarkan tewas bersama tersangka bom Bali lainnya, Umar Patek beserta 5 anggota kelompok Abu Sayyaf. Terakhir, berita tewasnya Dulmatin datang tanggal 9 Agustus 2007. Dia dikabarkan tewas dalam sebuah operasi militer di Maimbung, Filipina.Namun, belum didapat konfirmasi resmi dan kepastian bahwa Dulmatin benar-benar tewas.
(nwk/sss)











































