Kepsek SMAN 35 Gemetaran Muridnya Penculik Raisyah
Jumat, 24 Agu 2007 14:37 WIB
Jakarta - Kaget, sedih, dan bingung. Itulah yang dirasakan Kepala Sekolah SMAN 35 Maria Gustarini setelah mendengar kabar anak didiknya menjadi tersangka penculik Raisyah (5)."Saya lihat berita itu dari televisi. Saya gemetaran dengarnya. Kita ini kan guru tidak biasa berurusan dengan polisi. Saya sampai nggak bisa makan," ujar Maria kepada wartawan di SMAN 35, Jl Mutiara, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2007).Meski demikian, dia belum mendapat informasi resmi perihal kebenaran kabar itu. "Saya masih belum tahu. Saya masih akan mengecek ke Polda Metro Jaya, apakah benar anak-anak itu adalah siswa-siswa SMAN 35," lanjut perempuan paruh baya itu.Maria pun mengaku tidak tahu menahu soal penangkapan anak-anak didiknya tersebut. Kini, pihak sekolah tengah menggelar rapat untuk menindaklanjuti masalah itu.Situasi SMAN 35 pukul 14.15 WIB tampak sepi. Tidak lagi terlihat aktivitas belajar mengajar. Maklum, setiap Jumat, para siswa dipulangkan pukul 11.30 WIB sebelum salat Jumat.Ada 5 tersangka penculik bocah perempuan pengusaha sekaligus Ketua II Bidang Investasi Permodalan dan Pembinaan Usaha Kecil Menengah BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ali Said itu.Dari kelimanya, 3 di antaranya ternyata masih duduk di bangku SMAN 35. Sedangkan 2 lainnya merupakan alumni SMAN 35. Mereka adalah YP dan ANG yang dibekuk di sebuah SPBU antara Kampung Rambutan dan Lenteng Agung, serta BH, MR, dan YN yang ditangkap di tempat terpisah.
(nvt/sss)











































