Penculik Raisyah Tidak Ditembak, Tetap Dihukum
Jumat, 24 Agu 2007 14:05 WIB
Jakarta - Tidak ada luka tembak dan kekerasan yang dialami penculik Raisyah (5) saat dibekuk. Janji Presiden SBY yang memberikan garansi keamanan pada sang penculik dipenuhi."Kalau perbuatan hukum ya tetap kita lakukan tindakan hukum. Tidak diapa-apakan, kan tidak ditembak, tetap diproses," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto usai salat Jumat di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (24/8/2007).Apabila penculik menyerahkan Raisyah secara baik-baik, menurut dia, dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meringankan penculik dalam tuntutan.Dikatakan Sisno, penculik dibekuk pukul 09.00 WIB. 5 Tersangka kini diperiksa di Polda Metro Jaya. Sedangkan Raisyah telah dikembalikan ke keluarganya.Sisno menjelaskan motif penculikan hingga kini masih seputar uang."Kasus penculikan yang sudah diungkap selama ini motifnya antara lain perdagangan anak untuk diadopsi, perdagangan untuk seks dan penjualan organ. Tetapi yang lebih banyak karena motif ekonomi seperti yang sekarang ini 2 kali telepon minta Rp 700 juta dan Rp 1 miliar," terang Sisno.Lebih lanjut Sisno mengatakan telah terjadi 6 kasus penculikan dalam 1 tahun."Itu sporadis artinya itu bukan jaringan sendiri-sendiri. Kita harus tingkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasinya dan kalau sudah terjadi kita sudah berupaya. Kita ada unit bunuh culik yang ada sejak lama. Jadi kita sudah lama perhatikan kasus pembunuhan dan penculikan," kata Sisno.Presiden SBY dalam jumpa pers pada Kamis 24 Agustus memberikan garansi keamanan pada penculik Raisya Ali. Syaratnya, Raisya dikembalikan dengan selamat kepada orangtuanya.SBY juga meminta penculik Raisya menghubungi HP Menneg PP Meutia Hatta. Dengan demikian, pemerintah bisa berkomunikasi dengan para penculik untuk memastikan keselamatan Raisyah.
(aan/sss)











































