'JK' Terima Pengaduan Suami TKW Korban Penyiksaan di Arab

'JK' Terima Pengaduan Suami TKW Korban Penyiksaan di Arab

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 11:02 WIB
Jakarta - Karena tidak mendapat perhatian Kedubes Arab Saudi, keluarga TKW korban penyiksaan di Arab saudi mengadu pada Wakil Presiden Republik Mimpi. Jarwo Kuat alias JK diminta membantu usaha mereka."Saya meminta kepada Bapak Wakil Presiden Republik Mimpi untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini tidak memberikan penjelasan tentang keberadaan istri saya. Kedutaan Arab malah membiarkan kami di sini. Sebagai rakyat kecil kami merasa sangat diinjak-injak," ujar suami TKW Tari bin Tarsim, Deden.Pria yang istrinya 'diculik' polisi Arab itu menyampaikan keluh kesahnya pada rombongan Republik Mimpi di depan Kedubes Arab Saudi, Jl MT Haryono, Jakarta, Jumat (24/8/2007).'JK' yang mengenakan setelan jas hitam dan kopiah itu pun menyimak curahan hati Deden dengan ekspresi serius. Dia pun mengungkapkan empatinya pada keluarga korban."Kami datang ke sini lebih pada pribadi. Kami tidak bisa membayangkan bila ada warga kami yang bekerja sebagai TKI kemudian disiksa dan tidak diketahui keberadaannya," kata 'JK'.'JK' tiba sekitar pukul 10.30 WIB bersama 2 mantan Presiden Republik Mimpi yakni Habudi dan Megakarti, serta penasihat politik Effendi Gazali alias Dik Pendi.Sementara itu, aksi mogok makan yang digelar Migrant Care dan keluarga TKI korban penyiksaan masih berlangsung. Mereka menunggu pemerintah Arab Saudi memulangkan 4 TKW yang menjadi korban penyiksaan majikan. (fiq/sss)


Berita Terkait