Kejagung Punya Banyak Senjata Hadapi Polly

Kejagung Punya Banyak Senjata Hadapi Polly

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 10:39 WIB
Jakarta - Novum peninjauan kembali (PK) kasus Munir mulai dibeberkan di muka sidang. Untuk menghadapi mantan terdakwa pembunuh Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, Kejagung mengaku masih punya banyak 'senjata'.'Senjata' yang ditembakkan dalam permulaan sidang adalah rekaman pembicaraan Polly dengan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan. Tak hanya itu saja rekaman pembicaraan yang dimiliki Kejagung. Sebab, masih ada banyak rekaman pembicaraan yang jika diperlukan dalam persidangan, kejaksaan akan memperdengarkannya."Jumlahnya itu nggak bisa dihitung. Banyak di penyidik, di kardus-kardus saja," kata Jampidum Abdul Hakim Ritonga di Kejagung, Jl Hasanuddin, Jakarta, Jumat (24/8/2007).Menurut Ritonga, bukti-bukti yang dimiliki kejaksaan tersebut adalah untuk kepentingan persidangan. "Maka yang ada kaitannya dengan pembuktian unsur-unsur perkara, itulah yang kita amankan. Sekarang bagaimana untuk membuktikan keterlibatan Polly," lanjutnya.Menurut pria bertubuh subur ini, rekaman percakapan tersebut bukan hasil sadap menyadap, melainkan rekaman secara terang-terangan. "Itu bukan sadap. Itu rekaman secara terang-terangan. Kalau diperlukan, pokoknya kita punya senjata, tapi bukan senjata bedil," sambil tertawa. Hahahaha!Terkait rekaman pembicaraan antara Polly dan Indra yang menyebutkan mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh sebagai Petruk, pihak kejaksaan telah mengetahuinya. Karena sebelum diajukan ke pengadilan, semua rekaman telah didengar."Kita tahu itu diperdengarkan dulu sebelum diajukan. Kita kan harus tahu semua apa. Ini kan harus transparan," tandas Ritonga. (nvt/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads