Widodo Terima Paspor RI Setelah 40-an Tahun Stateless

Widodo Terima Paspor RI Setelah 40-an Tahun Stateless

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 10:32 WIB
Widodo Terima Paspor RI Setelah 40-an Tahun Stateless
Jakarta - Masih ingat kisah Widodo Suwardjo? Dia merupakan salah satu eks mahasiswa ikatan dinas di luar negeri saat zaman Orde Lama (Orla). Dia pernah jadi pembicaraan banyak orang ketika mencari cinta sejatinya, Widari. Kini, Widodo tengah berbahagia. Sebab, saat ini dia telah mengantongi paspor Republik Indonesia (RI).Widodo menerima paspor RI seusai upacara HUT 62 Republik Indonesia, di Wisma Indonesia, Havana, Kuba. "Ada kabar baik dari saya. Setelah upacara HUT 62 RI di WISMA Indonesia, Havana, pada saya telah diberikan Paspor RI kembali," kata Widodo dalam e-mailnya kepada detikcom, Jumat (24/8/2007).Menurut Widodo, pemberian paspor RI terhadap dirinya ini didasarkan atas keputusan Menteri Hukum dan HAM tertanggal April 2007. "Ya bisa dibayangkanbagaimana perasaan saya. Bagaikan orang yang mau mati, sudah pasrah pada nasib, lalu diberi hak hidup lagi," kata Widodo."Saya tambah percaya bahwa Tuhan itu maha adil dan penyayang pada mahluknya yang tidak bersalah," tambah Widodo.Widodo Suwardjo, merupakan salah satu dari ratusan eks mahasiswa ikatan dinas di luar negeri saat zaman Orla yang tidak bisa kembali ke Indonesia, karena dianggap stateless (tidak memiliki kewarganegaraan). Setelah sejak 1960-an berada di Rusia dan Kuba, Widodo sempat pulang ke Indonesia tahun 2001 lalu, berkat Presiden Gus Dur. Sayang, kesempatan di Indonesia hanya didapat Widodo selama 3 bulan saja sesuai masa berlaku visa kunjungan yang didapatkannya. Visa itu diperoleh setelah Presiden Gus Dur berkunjung ke Kuba pada tahun 2000."Namun, karena bukan WNI, menurut Undang-undang, saya pun diperlakukan seperti orang asing, tiap bulan saya harus melapor ke Imigrasi Jakarta Selatan," kata Widodo, September 2006 lalu.Saat melapor dan mengurus perpanjangan tinggal di Indonesia ke Imigrasi Jakarta Selatan tersebut, tentu saja Widodo diharuskan membayar sejumlah uang. Tapi, tak mengapa. Hal itu pun dilakukan Widodo, karena dirinya ingin melampiaskan kerinduannya kepada tanah airnya.Saat kunjungan pertama kalinya ke Indonesia sejak ditinggalkannya pada tahun 1960-an itu, Widodo masih beruntung, karena bisa melacak keberadaan sanak saudaranya. Widodo juga berhasil menemui mereka. Kerinduan terhadap keluarganya sedikit terobati. Ya .... sedikit terobati, karena sebenarnya Widodo berharap bisa menjadi WNI dan memiliki paspor Indonesia.Di tengah penantiannya untuk mendapatkan paspor Indonesia, sehingga dirinya bisa leluasa berkunjung ke Indonesia, bahkan mungkin kembali ke Indonesia, Widodo memberikan kontribusi terbaiknya untuk pemerintah Kuba melalui lembaga Institut Riset Metalurgi (CIME), tempatnya bekerja saat ini. Bahkan pemerintah Kuba sempat mengirimkan Widodo untuk melanjutkan studinya ke jenjang S3 di almamaternya di Rusia, pada tahun 1985.Kini, dalam usia 67 tahun, Widodo bisa tersenyum kembali, karena sudah mendapatkan paspor RI. Paspor inilah yang dia dambakan selama ini. Dengan paspor ini, pria Pria kelahiran Mojoagung, Jawa Timur ini juga dikenal sangat penolong dan rendah hati akan bisa kembali lagi ke tanah airnya, Indonesia. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads