Pedagang di Pulau Berisi 4 Orang

Pedagang di Pulau Berisi 4 Orang

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 07:00 WIB
Jakarta - Apa jadinya kalau Anda membuka usaha warung di pulau yang hanya diisi 4 orang warga. Siapa yang beli? Jangan takut, rezeki tak kemana. Kiranya prinsip itulah yang dipegang Kosasih (46). Lelaki yang juga penjaga mercusuar di Pulau Damar, di gugusan Kepulauan Seribu, ini pun nekat membuka usaha warung sejak setahun lalu.Lalu siapa pelanggannya? "Orang-orang yang mau memancing dan nelayan. Mereka biasanya mencari kopi dan mie instan," kata Kosasih saat ditemui reporter detikcom, Indra Subagja, di Pulau Damar, Kamis (23/8/2007).Tapi memang harga makanan dan minuman yang dijualnya lebih mahal. Seperti segelas kopi dia jual Rp 5 ribu dan air mineral ukuran botol kecil Rp 3 ribu. "Maklum, namanya juga di pulau," imbuh lelaki yang baru 1 tahun 6 bulan ditugaskan di Pulau Damar itu.Yang menarik, warungnya itu tidak berada di pinggir pulau, tetapi di dalam. Namun dengan petunjuk yang dipasangnya, orang bisa tahu kalau ada yang berjualan di pulau tersebut.Sebuah papan bertuliskan 'Warung di Dalam' terpasang di pinggir dekat dermaga kecil. "Lumayan hasilnya buat nambah penghasilan," imbuh Kosasih tanpa mau memerinci hasil yang didapatnya.Usut punya usut, ayah 2 anak yang tinggal di Bekasi ini mengaku mendapat gaji pokok Rp 1,5 juta tiap bulannya. Selain itu, ditambah uang tunjangan menjaga mercusuar Rp 200 ribu per bulan dan tunjangan perhari berjaga di pulau terpencil Rp 6.500."Tiap 3 bulan saya mendapat jatah beras, kopi, gula, dan mie instan," jelasnya. "Untuk kebutuhan lainnya dan warung, kita tinggal membelinya di darat," tambah Kosasih yang mengaku memiliki penyakit diabetes ini.Bagaimana rasanya berjaga dengan 3 rekannya yang lain? Tidakkah mengalami kesepian? "Ini sudah tugas, untuk membantu mengarahkan kapal di waktu malam. Di sini juga kan ada listrik, kita pakai genset," imbuh Kosasih yang pernah berjaga di Pulau Seruntu di Kepulauan Kalimantan.Dia mengaku bertugas di Kepulauan Seribu ini sudah menjadi berkah sendiri baginya, mengingat dahulu dia biasa berjaga di pulau-pulau kecil di Sumatera dan Kalimantan. "Karena berempat, kita bisa gantian pulangnya. Yang penting di sini ada yang jaga," jelasnya.Ada beberapa rumah di pulau ini yang memang diperuntukkan bagi para penjaga itu. Tugas mereka seolah-olah tak berarti di tengah hiruk pikuknya Jakarta. Tapi lalu lintas Laut Jakarta berada di tangan mereka. (ndr/aba)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads