Mbeekk!! Kambing Ngatimin Tewas Diterjang Tanah Longsor

Mbeekk!! Kambing Ngatimin Tewas Diterjang Tanah Longsor

- detikNews
Kamis, 23 Agu 2007 17:36 WIB
Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari ini memakan korban. Seekor kambing milik Ngatimin, Warga Joglo, Jakarta Barat, tewas tertimbun longsoran tanah.Peristiwa ini terjadi pada Rabu 22 Agustus 2007, sekitar pukul 20.30 WIB. Kala itu, Ngatimin bersama anak dan istrinya sedang asik menonton TV sambil makan jagung.Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Betapa kaget Ngatimin dan keluarganya mendengar gemuruh itu. Refleks mereka berusaha mencari perlindungan sambil memegangi kepala."Suaranya seperti petir, duaarrr!!!" cerita Ngatimin saat ditemui detikcom di rumahnya, Jl Sayur Asem Timur RT 02 RW 06, Joglo, Jakarta, Kamis (23/8/2007).Setelah yakin aman, Ngatimin segera keluar rumah. Betapa kagetnya dia, pagar rumahnya hancur berantakan. Batu besar dan tanah berserakan di mana-mana.Rupanya, tembok penahan tanah setinggi 4 meter yang berada di depan rumahnya ambrol. Tembok pembatas tersebut tidak mampu menahan tanah yang sejak beberapa jam diguyur hujan."Batu besar masuk ke kolam ikan. Kandang ayam hancur berantakan dan 65 ayam saya entah ke mana. Kandang kambing saya juga terkena longsoran itu," kata Ngatimin terlihat sedih."Kambing saya ada 8, sekarang tinggal 6. Yang satu ditemukan mati tertimbun longsoran batu, yang satu lagi entah ke mana," terang Ngatimin mengenai nasib hewan peliharaannya.Selain Ngatimin, ada juga tetangganya yang menjadi korban longsoran sepanjang 65 meter tersebut, yakni Nurhasan. Tembok samping rumahnya yang pas menempel dengan tembok pembatas retak. Sampai-sampai dia tidak berani menempati rumahnya, khawatir temboknya akan ambrol.Menurut pengakuan Nurhasan dan Ngatimin, untungnya pimpinan proyek pembangunan itu mau bertanggung jawab. "Wah saya nggak tahu minta ganti berapa. Nggak tahu ngitungnya. Pokoknya saya minta ganti," kata Ngatimin.Tanah longsor yang menimpa pagar rumah Ngatimin merupakan tanah urukan untuk mendatarkan tanah miring. Diperkirakan luas tanah yang diuruk 8.000 meter. Rencananya 27 unit rumah tingkat dua akan dibangun di sana. (ana/sss)


Berita Terkait