Sawah kering, Petani Boyolali Jadi Tukang Becak

Sawah kering, Petani Boyolali Jadi Tukang Becak

- detikNews
Kamis, 23 Agu 2007 14:57 WIB
Boyolali - Ratusan hektar sawah di Boyolali, Jawa Tengah, tidak bisa ditanami karena kekeringan. Untuk bertahan hidup, Para petani alih profesi menjadi tukang becak. Di Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali, tidak kurang dari 250 hektar lahan sawah yang dibiarkan kosong tanpa tanaman oleh pemiliknya. Para pemilik tanah mengatakan sejak empat bulan yang lalu aliran air irigasi telah tidak ada karena kekeringan. Hal serupa juga dialami oleh lima desa yang lainnya di Kecamatan Ngemplak, yaitu Desa Pandeyan, Nogosari, Tranggil, Sidomukti, dan Lasem. "Sumber air yang masih memadai untuk oncoran cukup jauh. Jaraknya sekitar 16 km dari sini. Untuk membeli air, rasanya juga tidak mungkin bagi kami. Harganya mahal, sekitar Rp 60 ribu sekali siram untuk ukuran sepatok lahan (250 meter persegi," ujar Siman, salah seorang petani, Kamis (23/8/2007). Karenanya para petani di daerah tersebut membiarkan lahan sawahnya menganggur. Sawahnya dibiarkan mengering dan tidak diurus untuk sementara sembari menunggu musim penghujan tiba. Sedangkan untuk menafkahi keluarganya, warga setempat mencari pekerjaan sambilan seperti bekerja di proyek bangunan atau perbaikan jalan, menarik becak, berjualan kecil-kecilan atau pekerjaan serabutan lainnya. (mbr/djo)


Berita Terkait